rss

News Publik

About Me

My Photo
mustafa
maros || makassar || jogja, Indonesia
Smart and Calm
View my complete profile
Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

With you - Chris brown


the world tonight
I need you boo
I gotta see you boo
And there's hearts all over the world tonight
Said there's hearts all over the world tonight

Hey lil mama, ooh you're a stunner
Hot little figure, yes you a winner, and
I'm so glad to be yours
You're a class of your own and
Ooh little cutie, when you talk to me
I swear the whole world stops
You're my sweetheart and
I'm so glad that you're mine
You are one of a kind, and
You mean to me what I mean to you
And together baby there is nothing we won't do

'Cause if I got you
I don't need money
I don't need cars
Girl you're my heart

And oh, I'm into you and
Girl no one else would do
With every kiss and every hug
You make me fall in love
And now I know I can't be the only one
I bet there's hearts all over the world tonight
With the love of their life who feel
What I feel when I'm with you, with you, with you, with you, with you... girl
With you, with you, with you, with you, with you... Oh girl

I don't want nobody else
Without you there's noone left, and
You're like Jordans on Saturday
I gotta have you and I cannot wait now
Hey lil shorty, say you care for me
You know I care for you
You know that I will be true
You know that I won't lie
You know that I will try
Be your everything

'Cause if I got you
I don't need money
I don't need cars
Girl you're my heart

Oh, I'm into you and
Girl no one else would do
With every kiss and every hug
You make me fall in love
And now I know I can't be the only one
I bet there's hearts all over the world tonight
With the love of their life who feel
What I feel when I'm with you, with you, with you, with you, with you... ohhh
With you, with you, with you, with you, with you... Yeah

And I will never try
To deny that you are my whole life
'Cause if you ever let me go
I would die so I won't run
I don't need another woman
I just need you or nothing
'Cause if I got that
Then I'll be straight
Baby you're the best part of my day

I need you boo
I gotta see you boo
And there's hearts all over the world tonight
Said there's hearts all over the world tonight
They need their boo
They gotta see their boo
Said there's hearts all over the world tonight
Hearts all over the world tonight

And oh, I'm into you and
Girl no one else would do
With every kiss and every hug
You make me fall in love
And now I know I can't be the only one
I bet there's hearts all over the world tonight
With the love of their life who feel
What I feel when I'm with you, with you, with you, with you, with you... ohhh(girl)
With you, with you, with you, with you, with you... ohhh
With you, with you, with you, with you, with you...
With you, with you, with you, with you, with you...
Baby yeah

Liat lagunya di sini


Read More......

Maria Sharapova


Maria Yuryevna Sharapova adalah seorang pemain tenis asal Rusia. Ia pernah menduduki peringkat 1 WTA dan sekarang bermukim di Amerika Serikat, walaupun tetap menjadi warganegara Rusia.

Sharapova telah menjuarai 3 gelar Grand Slam, termasuk Australia Terbuka (2008) dan AS Terbuka pada tahun 2006 dengan mengalahkan Justine Henin. Pada tahun 2004, ia mengalahkan Serena Williams di final Wimbledon.


Kehidupan pribadi

Pada umur 7 tahun, Sharapova dibawa ke Amerika Serikat oleh ayahnya, Yuri Sharapov, untuk belajar tenis di Akademi Tenis Nick Bollettieri di Bradenton, Florida.

Karir

2004 dan 2005
Pada tahun 2004, Sharapova menjadi juara Wimbledon sebagai pemenang ketiga termuda dalam sejarah. Ia mengalahkan Ai Sugiyama (5-7, 7-5, 6-1) di perempat final, Lindsay Davenport (2-6, 7-6, 6-1) di semifinal, dan Serena Williams (6-1, 6-4) di final. Dia juga menjadi orang Rusia yang pertama memenangi turnamen tersebut. Di AS Terbuka beberapa bulan kemudian, ia kalah dari petenis Perancis dan 2 kali juara Grand Slam, Mary Pierce. Sharapova mengakhiri tahun 2004 dengan kemenangan pada turnamen penutup tahun, WTA Championships, mengalahkan Serena Williams (4-6, 6-2, 6-4).


Dari Juni 2004 sampai dengan semifinal turnamen Wimbledon tahun 2005, Sharapova memenangi 22 pertandingan tanpa henti di lapangan rumput, termasuk memenangi turnamen di Birmingham dan Wimbledon.

Sharapova mencapai semifinal Australia Terbuka pada tahun 2005. Ia dikalahkan oleh Serena Williams (4-6, 6-2, 6-4). Ia tidak bisa mempertahankan gelar Wimbledon-nya. Ia dikalahkan oleh Venus Williams (7-6, 6-1). Ia sempat menduduki peringkat pertama dalam peringkat tenis WTA, walaupun hanya 1 minggu. Sharapova juga kalah pada semifinal AS Terbuka 2005. Ia menyerah kepada Kim Clijsters.

Dengan begitu, pada turnamen Grand Slam 2005, ia selalu kalah pada pemenang turnamen tersebut: Australia Terbuka-semifinal-Serena Williams, Perancis Terbuka-perempat final-Justine Henin, Wimbledon-semifinal-Venus Williams, AS Terbuka-semifinal-Kim Clijsters.

2006

Di Australia Terbuka 2006, ia kalah dari Justine Henin 4-6, 6-1, 6-4.

Sharapova mendapatkan gelar pertama pada tahun 2006 dan gelar ke-11 pada karirnya pada turnamen Tier 1, Pacific Life Open di Indian Wells, California di mana ia menjadi unggulan ke-3. Sharapova dan unggulan ke-4, Elena Dementieva menjadi orang Rusia pertama yang mencapai final pada turnamen tersebut. Pada turnamen berikutnya, Nasdaq-100 Open (sekarang Sony Ericsson Open), ia dikalahkan Svetlana Kuznetsova di final dengan skor 6-4, 6-3.

Sharapova mengikuti turnamen Perancis Terbuka 2006 tanpa mengikuti turnamen-turnamen yang bermain di lapangan tanah liat sebelumnya. Ia terhenti di babak keempat dengan dikalahkan oleh Dinara Safina 7-5, 2-6, 7-5.

Sharapova menyambut musim lapangan rumput dengan mengikuti turnamen DFS Classic di Birmingham, tetapi ia kalah di semifinal dari Jamea Jackson. Untuk kedua kalinya, di Wimbledon 2006, ia dikalahkan Amelie Mauresmo di semifinal dengan skor 6-3, 3-6, 6-2.

Sharapova mendapatkan gelar kedua pada tahun 2006 di turnamen Tier 1, Acura Classic di San Diego sebagai unggulan kedua, mengalahkan unggulan pertama, Kim Clijsters, 7-5, 7-5. Ini merupakan kemenangan pertama Sharapova dari Clijsters pada 5 pertemuan mereka.

Sharapova mengikuti AS Terbuka 2006 sebagai unggulan ketiga. Ia mengalahkan petenis peringkat pertama, Amelie Mauresmo di semifinal dengan skor 6-0, 4-6, 6-0. Sharapova kemudian mengungguli Justine Henin di final 6-4, 6-4.

Sharapova juga memenangi turnamen Zurich Open, mengalahkan Daniela Hantuchova 6-1, 4-6, 6-3 di final. Sharapova lalu memenangi turnamen Tier 2, Generali Ladies Linz, mengalahkan petenis sesama Rusia dan pemenang sebelumnya, Nadia Petrova 7-5, 6-2.

Sampai ia kalah di turnamen akhir tahun, WTA Tour Championships, Sharapova telah memenangi 19 pertandingan tanpa henti. Ia mengakhiri tahun 2006 dengan rekor 59-9 dan memenangi turnamen Tier 1 lebih banyak daripada petenis lainnya.

Sharapova juga mengumumkan bahwa ia akan memperkuat tim Fed Cup Rusia untuk pertama kalinya pada tahun 2007.

2007

Sharapova memulai tahun 2007 dengan mencapai final pada turnamen ekshibisi dan pemanasan untuk Australia Terbuka 2007, Watson Water Champions Challenge, di mana ia dikalahkan oleh Kim Clijters, 6-3, 7-6(8).

Pada turnamen Australia Terbuka, unggulan pertama Maria Sharapova mengalahkan petenis peringkat ke-62, Camille Pin pada babak kedua dengan skor 6-3, 4-6, 9-7. Pertandingan tersebut dimainkan dalam temperatur udara yang sangat panas, 40 °C (104 °F). Di babak keempat, Sharapova mengalahkan rekan senegaranya, Vera Zvonareva, 7-5, 6-4. Di perempat final, Sharapova mengalahkan unggulan ke-12 Anna Chakvetadze dengan skor 7-6(5), 7-5. Ia kemudian mengalahkan unggulan keempat, Kim Clijsters, 6-4, 6-2 di semifinal untuk melaju ke final. Tetapi, Serena Williams, berperingkat ke-81 dunia, menang dengan mudah, 6-1, 6-2.

Sharapova kemudian mengikuti Toray Pan Pacific Open, turnamen Tier 1 di Tokyo, Jepang. Ia menjadi unggulan pertama. Pada semifinal, ia menyerah kepada Ana Ivanovic karena cedera, 6-1, 1-0.

Turnamen berikutnya adalah Pacific Life Open di Indian Wells, California, di mana ia adalah juara sebelumnya dan menjadi unggulan teratas. Bagaimanapun, ia kalah dari Vera Zvonareva di babak keempat dengan skor 4-6, 7-5, 6-1.

Di turnamen Sony Ericsson Open, di Key Biscayne, Florida, Sharapova kembali kalah dengan mudah dari Serena Williams, kali ini pada babak keempat dengan skor 6-1, 6-1. Di babak sebelumnya, ia mengalahkan Yung-Jan Chan dan Venus Williams.

Sharapova dijadwalkan akan bermain di turnamen Family Circle Cup di Charleston, Carolina Selatan, tetapi cedera bahu membuat ia tidak bisa mengikuti tur tenis-nya selama 5 atau 6 minggu, yang juga berarti dia tidak akan bermain di tim Fed Cup Rusia melawan Spanyol.

Pada tanggal 29 Maret 2007:

* Sharapova mempunyai rekor 3-5 pada semifinal Grand Slam.
* Sharapova mempunyai rekor 6-12 melawan pemain top dunia (2-5 melawan Justine Henin, 3-3 melawan Svetlana Kuznetsova, dan 1-4 melawan Amelie Mauresmo). Sharapova mempunyai rekor 2-4 melawan Serena Williams, dan 3-4 melawan Kim Clijsters, yang juga merupakan mantan petenis peringkat pertama dunia.

Penghargaan

2003

* Women's Tennis Association (WTA) Newcomer of the Year (Pendatang baru WTA tahun 2003)
* Hottest female athlete of the year (Maxim)

2004

* WTA Player of the Year (Petenis WTA tahun 2004)
* WTA Most Improved Player of the Year (Petenis WTA yang paling berkembang)
* WTA Player Service
* Hottest female athlete of the year (Maxim)

2005

* ESPY Best Female Tennis Player (Petenis wanita terbaik versi ESPY)
* Petenis Rusia terbaik menurut Federasi Tenis Rusia
* Master of Sports of Russia
* Hottest female athlete of the year (Maxim)
* Prix de Citron Roland Garros

2006

* Hottest female athlete of the year (Maxim)
* Petenis Rusia terbaik menurut Federasi Tenis Rusia

sumber : wikipedia

Read More......

Pein


* Umur : Tidak diketahui
* Asal : Amegakure
* Status keanggotaan : Pemimpin aktif
* Cincin : 零 ("Nol","Tidak ada")
* Posisi cincin : Jempol kanan
* Pasangan : Konan
* Pengenalan pertama : Bab 238; Naruto Episode 135
* Penampakan pertama : Bab 363
* Ciri khas : Rambut lancip, memiliki seperti piercing di hidung, rambut berwarna orange


Pein (ペイン, Pein?) adalah Ketua Akatsuki dan merupakan seorang ninja pelarian yang berasal dari Amegakure. Tak ada satupun anggota Akatsuki, selain Konan yang memanggilnya dengan namanya tetapi hanya menggunakan kata "pemimpin" saja, dan wajahnya sangatlah jarang diperlihatkan. Dia memiliki kehormatan paling besar diantara rekan-rekannya (pengecualian untuk Hidan yang termasuk anggota baru) dan dialah yang mengarahkan aksi-aksi mereka. Dia jugalah yang menciptakan jutsu untuk mengeluarkan monster berekor (Bijuu) dari Jinchuuriki. Dia juga bisa menggunakan "teknik pengubah bentuk" (象転の術, Shōten no Jutsu?) yang dapat menduplikasikan rekan-rekannya dengan menggunakan korban manusia, menjadikan mereka dapat melawan musuh tanpa melukai dirinya. Hasil duplikasi ini sangatlah mirip dengan aslinya, bahkan bisa memiliki kekkei genkai dan senjata khusus seperti yang asli. Kemampuannya seimbang dengan jumlah chakra yang diberikan kepada masing-masing hasil duplikasi ini. Ketika tiba saatnya berkumpul, Pein dapat memanggil rekan-rekannya bahkan dari tempat yang sangat jauh dengan menggunakan telepati.

Meskipun Pein kelihatannya memegang otoritas terhadap anggota Akatsuki, Ia sendiri mengatakan bahwa masih ada seseorang yang berada di atas dia. Setelah kematian Deidara, orang ini menugaskan Pein untuk menangkap Naruto secara langsung, dan tidak menerima kegagalan. Identitas orang ini kemudian diketahui, yang tidak lain adalah Tobi, yang juga adalah Madara Uchiha, yang merupakan dalang dari Akatsuki. Konan mengatakan bahwa Pein tidak pernah kalah dalam pertarungan oleh siapapun atau apapun.[1]

Walaupun Pein biasanya digambarkan tanpa nama, ia dilukiskan berambut pirang di sampul bab 317. Ia diperlihatkan duduk pada sebuah patung aneh yang dipenuhi banyak pipa, serta mengomentari Hidan dan Kakuzu yang selalu membuat masalah. Patung ini terletak pada sebuah kota yag lebih moderen dari biasanya. Kota ini memiliki pipa-pipa yang mirip seperti di patung tersebut yang terletak pada berbagai jenis gedung-gedung. Ia juga memiliki mata yang tidak lazim.

Pein digambarkan memiliki pengetahuan sejarah masa lalu berbagai macam desa, dan juga yang mendasari kondisi polotik dan ekonomi pada kebanyakan negara. Ketika Hidan menggambarkan tentang ninja Konoha sebagai ninja yang "jahat dan kafir", Pein memberikan gambaran singkat mengenai Will of Fire Konoha, dan kemudian diteruskan dengan penjelasan bahwa semua negara memiliki beberapa persamaan dalam praktek untuk membenarkan pertarungan.

Diketahui dari bawahan pein yang di tangkap jiraiya, ternyata pein adalah orang yang sangat hebat dan kuat. di berhasil membunuh salamander hanzou yang saat itu tak berhasil dikalahkan oleh tiga sannin konoha. Pein juga diketahui memiliki 6 tubuh yang tersimpan di ruangan tersembunyi. Baru diketahui bahwa pein adalah salah satu mantan anak didik Jiraiya bersama dengan konan yang dilatih saat dia dan kedua sannin yang lain menghadapi perang dengan Amagakure.

wikipedia.org

Read More......

Jonathan Abrams


by: Alexandra J Wall

Friendster’s founder Jonathan Abrams is miffed. The 33-year-old programmer insists he did not create the wildly popular site to meet women after a failed relationship, as a recent article in SF Weekly reported. The Toronto native called that claim “ridiculous,” saying there was no way it could be true since the insane hours he keeps allows him no time to date.

He has a point. Since its public launch in March, Friendster has taken off in a huge way; it now has about 2 million users, and it’s still in beta mode, meaning, in its trial phase. The most often heard complaint about it is that it’s slow; with so many new users signing on each day, it is hard to keep up with the technology to fulfill the demand. Fewer than 10 employees work out of two offices — one in Sunnyvale and one in Mountain View. The site only recently began using advertising, and remains free — for now.



Rumors abound that Friendster will start charging. Not so strange, since Abrams has said it will. The mill is working so furiously about the site, he says, that he keeps hearing rumors that simply aren’t true.

While the essential service will remain free, he says, contacting people outside your immediate network will cost a small monthly fee at some point, but he refrained from saying how much or when.

Abrams, of course, has a profile up on the site. He has 190 friends, despite his honest answer in the section “About me” that, awhile ago, stated, “I’m tired and grumpy.” To be fair, in person he is more high-strung than grumpy.

And in “Who I want to meet,” he wrote: “I’m not really crazy about people. Although a sugar mama would be cool.”

His interests: “Sleep.”

Abrams, who came to Silicon Valley in 1996, can wax eloquent about the success of Friendster and its many uses, but he’s been asked one too many times about his personal life, thank you.

“I’m not a celebrity. I’m just a humble computer guy.”

Maybe so, but he comes across as something else. He tells a joke, then tells me not to write it down. He commands the photographer to stop shooting while he’s talking. Later, he sneaks a peek at a photo just taken of him in the camera’s digital screen. “Don’t use that one, it makes me look fat.”

He’s not the least bit fat, though a tad short, with blue eyes, pale skin and gray-flecked hair. Dressed in a black button-down shirt and jeans, Abrams has a smart-ass sense of humor, offering up beer, wine — Manischewitz, specifically — before the photo shoot, none of which were actually on hand. While being photographed, he dead-pans, “Today is the one day I forgot to wear my Star of David.”

Despite his Reform Jewish upbringing (he went to a Reform day school and became a bar mitzvah), he says now, “I’m not a very good Jew.”

If Abrams didn’t create Friendster to improve his own personal life though, in so many words, he says he did it to help his friends. A lot of them found online dating “creepy.”

“With JDate, a guy is almost bound to be 20 pounds heavier or 20 years older than he is in his photo,” says Abrams. “We’re trying to make the process more accountable. People will put a more accurate picture of themselves on Friendster because you know your friends will see it.”

Abrams is clearly someone who believes in his product. When he was first launching the site, he says he went out on a few dates with women he met on JDate, Match.com and Yahoo personals to check out the competition. While he didn’t find the love of his life, he says the women he met through his friends were certainly better than the total anonymity of most dating sites.
“Try it,” he says. Noting that my profile says I’m single, he ends the interview by urging me to go out on three dates with guys from Friendster.

from http://www.somethingjewish.co.uk


Read More......

i LOve DeidArA



Deidara adalah seorang ninja pelarian dari Iwagakure dan pasangannya Tobi. Deidara menghubungkan ninjutsunya sebagai seni dan meyakini bahwa setiap bom yang dibuatnya merupakan suatu hasil karya seni. Motonya ialah Seni adalah sebuah ledakan yang merupakan ungkapan asli dari seniman abstrak terkenal Jepang Tarō Okamoto. Deidara sangat bangga dengan seninya dan secara langsung dengan segan menerima bahwa apapun tidak dapat menghancurkan seninya, mengakibatkan ia seringkali menjadi terlalu percaya diri dalam pertarungan. Deidara juga mempunyai kebiasaan untuk mengakhiri kalimatnya dengan bergumam un atau mmm, seperti Naruto yang hampir selalu mengakhiri kalimatnya dengan -ttebayo.



Dalam pertarungan, Deidara menggunakan mulut khusus di kedua telapak tangannya untuk menciptakan "bahan peledak tanah liat" (起爆粘土, Kibaku Nendo?). Ia dapat meledakan tanah liat tersebut dengan perintah "meledak" (喝, Katsu?). Untuk harus memasukan chakranya ke dalam tanah liat, agar tanah liat tersebut bisa meledak. Semakin banyak chakra yang dimasukan, semakin kuat ledakannya. Deidara dapat mengubah tanah liat ini menjadi berbagai macam bentuk sesuai dengan tujuannya, seperti makhluk yang dapat digunakan untuk terbang atau untuk menyelinap, tiruan dirinya sendiri untuk membingungkan musuh, atau juga beraneka bentuk senjata seperti ranjau. Beberapa tanah liat bahkan dikategorikan dalam peringkat tertentu, seperti "C4". Kebanyakan tanah liat hasil ciptaannya termasuk dalam kategori "C1", dan kekuatan ledakannya sama seperti ledakan granat. Naga raksasa dari tanah liat yang menggunakan bagian ekornnya untuk menembak ledakan yang lebih kecil ke musuh termasuk dalam kategori "C2". Kategori "C3"nya adalah patung tanah liat yang tidak bisa bergerak yang digunakan seperti bom, dan ketika menyentuh tanah memiliki potensi untuk menghancurkan selruh desa. Kategori "C4" merupakan yang terakhir dan terkuat, diciptakan melalui tanah liat yang dimakan dengan mulutnya kemudian mengeluarkannya dalam bentuk tiruan raksasa dirinya. Disaat tiruan ini meledak, mengakibatkan terlepasnya bom yang sangat kecil sekali dalam jumlah besar ke seluruh penjuru dan memasuki tubuh lawannya melalui hidung, kemudian meledak, mengakibatkan targetnya lenyap menjadi debu. Sebagai tambahan, Deidara masih memiliki tipe yang tidak terkategori, menggunakan mulut di dadanya yang sebelumnya tersegel, mengubahnya menjadi bom hidup yang dapat menghancurkan apapun dalam radius sepuluh kilometer, dengan harga nyawanya sendiri. Deudara juga memakai teleskop pada mata kirinya untuk pengamatan jarak jauh, dan juga telah terlatih untuk menggagalkan genjutsu.

Sebelum bergabung dengan Akatsuki, sebelumnya Deidara adalah seorang teroris bom bayaran. Tanpa sengaja ia direkrut oleh Itachi di bawah perintah sang Ketua. Walaupun ia sudah terbiasa dengan Akatsuki, ia masih memiliki dendam terhadap Itachi dan menunggu untuk mengalahkannya untuk menguji dirinya sendiri. Setelah bergabung, deidara berpasangan dengan Sasori, yang juga dipanggilnya "Master Sasori" (サソリの旦那, Sasori no Danna?). Ini mungkin karena Deidara sangat menghargainya sebagai seorang seniman. Ia juga mengakui bahwa sasori lebih kuat darinya. Meskipun demikian, Deidara masih sering berdebat dengan Sasori tentang apa itu seni dan secara langsung tidak mematuhi perintahnya dengan ancaman dibunuh.

Deidara ditugaskan untuk menagkap siluman berekor satu Shukaku, yang mengharuskannya untuk menangkap Gaara. Meskipun ia berhasil dalam tugasnya, Gaara masih bisa menghancurkan salah satu lengan Deidara sebelum ia dikalahkan. Setelah siluman tersebut dikeluarkan dari tubuh Gaara dan rombongan Naruto tiba untuk mendapatkan Gaara kembali, lengan Deidara yang satu lagi putus dalam pertarungan melawan Kakashi Hatake dan Naruto Uzumaki, meskipun ia mencarinya kembali setelah melarikan diri. Kedua lengannya dijahit kembali oleh Kakuzu, membuatnya siap untuk bertempur lagi. Setelah kematian Sasori, Tobi ditugaskan untuk menjadi partner Deidara yang baru. Deidara sering tidak sabar dalam menghadapi Tobi, karena Tobi seringkali tidak memperhatikan apa yang diucapkannya. Tobi juga sering mendapat penghargaan berdasarkan apapun yang dilakukan Deidara. Setelah mereka menangkap siluman berekor tiga, Deidara menceramahi Tobi yang menjadi terlalu percaya diri. Ia menjadi sangat jengkel ketika menemukan bahwa Tobi telah tertidur, dan memaksanya bangun melalui ledakan tanah liatnya. Walaupun hubungan mereka agak sedikit bermusuhan, deidara telah menciptakan sebuah relasi guru-murid dengan Tobi. Tobi sering memanggilnya sebagai guru (senpai). Dalam pertarungan, keduanya teruji dapat bekerjasama dengan baik, di mana Tobi melakukan perintah Deidara, dan deidara memperingatinya jika bom tanah liatnya terlalu dekat dengan Tobi. Sebelum meledakan dirinya sendiri, ia meminta maaf kepada Tobi terhadap apa yang telah dilakukannya.

Setelah mendengar kematian Orochimaru ditangan Sasuke Uchiha, Deidara menjadi marah, karena seseorang selain dirinya telah membunuh Orochimaru, kemudian memanggil Tobi untuk membalas dendam. Tak lama setelah menemukan Sasuke, Deidara langsung memulai pertarungannya, walaupun Sharingan Sasuke dapat menghindari ledakan tanah liat Deidara yang paling berbahaya. Deidara menjadi sangat marah dikarenakan Sasuke menggunakan Sharingan untuk mengalahkannya, seperti halnya ia dikalahkan Itachi beberapa tahun yang lalu. Deidara memutuskan untuk menggunakan kategori ledakan "C4"nya untuk membunuh Sasuke sebagai bukti bahwa seninya lebih baik dari Sharingan. Sekali lagi Sasuke dapat menghindari ledakan tersebut, dan Deidara sudah kehabisan chakra untuk menciptakan lebih banyak bom. Dalam upaya terakhirnya untuk membunuh Sasuke, Deidara menggunakan mulut yang berada di dadanya dan mengubah dirinya sendiri menjadi bom dengan harapan bahwa ia bisa membawa Sasuke bersama dengannya. Sayangnya usaha tersebut gagal, dan Akatsuki berduka cita atas kehilangan dirinya.


Read More......

AKATSUKI


Akatsuki adalah nama sebuah kelompok antagonis dalam serial manga dan anime Naruto. Akatsuki beranggotakan 10 orang kriminal kelas S yang ditakuti karena kekuatan dan tabiat mereka yang buruk. Syarat keanggotaan mereka masih belum diketahui secara jelas. Tapi yang pasti, mereka semua mempunyai Kekkei genkai atau setara dengan Kekkei genkai yang unik dan mengerikan .

Tujuan dan visi Akatsuki juga masih belum jelas. Tetapi mereka punya ketertarikan besar terhadap Bijuu —hewan legendaris yang mempunyai chakra yang amat besar yang tidak seorang pun dapat mengendalikannya. Sampai saat ini Akatsuki sudah berhasil mengumpulkan empat ekor Bijuu; yaitu Shukaku si ekor satu, Nekomata si ekor dua, siluman berekor tiga dan siluman berekor empat yang masih belum diketahui namanya.

Tujuan Organisasi

Tujuan Akatsuki ialah penguasaan dunia dengan kekuatan mutlak. Mula-mula mereka akan mengumpulkan ke-9 bijuu. Lalu dengan kekuatan besar, mereka akan membangun desa mereka sendiri dan mengobarkan perang ke seluruh negara. Mereka akan membangun sebuah desa yang sanggup menerima tugas apapun; termasuk pembunuhan, penyerangan, penculikan, perang, dan tugas kotor lainnya. Untuk membangun desa tersebut, mereka membutuhkan uang dalam jumlah besar.


Cara Kerja

Anggota Akatsuki bekerja secara berkelompok masing-masing dua orang yang saling melengkapi kelemahan dan kelebihan masing-masing. Mereka bekerja amat kompak dan kombinasi kekuatan mereka menghasilkan kekuatan yang sangat mematikan. Tetapi dalam tingkat perorangan, para anggota terkadang saling tidak menyukai satu dan lainnya. Akatsuki juga tidak terlalu mengambil pusing dalam hal kematian salah satu anggotanya, yang mereka utamakan adalah keberhasilan dalam misi. Tidak semua anggota Akatsuki bekerja secara berkelompok dua orang, Misalnya Zetsu yang bekerja sendirian.

Kostum dan penampilan

Para anggota Akatsuki menggunakan kostum seragam, yaitu Overcoat dengan corak awan berwarna merah serta bagian leher yang memanjang dengan bagian dalam berwarna merah. Mereka juga ada yang memakai caping jerami dengan kain menjulur di pinggirnya. Mereka juga bersikap hati-hati dan tidak menonjolkan diri.

Pelindung Kepala

Pelindung kepala yang dipakai anggota Akatsuki sedikit berbeda, dimana ada bekas goresan melintang di simbol desa mereka. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak lagi terikat dan terbebas dari desa asal mereka.Lebih tepatnya mereka adalah buronan. Tobi, salah seorang anggota Akatsuki belum menunjukkan pelindung kepalanya. Sedangkan Hidan asal desanya tidak diketahui.

Anggota saat ini

Pein
* Umur : Tidak diketahui
* Asal : Amegakure
* Status keanggotaan : Pemimpin aktif
* Cincin : 零 ("Nol","Tidak ada")
* Posisi cincin : Jempol kanan
* Pasangan : Konan
* Pengenalan pertama : Bab 238; Naruto Episode 135
* Penampakan pertama : Bab 363
* Ciri khas : Rambut lancip, memiliki seperti piercing di hidung, rambut berwarna orange

Pein adalah Ketua Akatsuki dan merupakan seorang ninja pelarian yang berasal dari Amegakure. Tak ada satupun anggota Akatsuki, selain Konan yang memanggilnya dengan namanya tetapi hanya menggunakan kata "pemimpin" saja, dan wajahnya sangatlah jarang diperlihatkan. Dia memiliki kehormatan paling besar diantara rekan-rekannya (pengecualian untuk Hidan yang termasuk anggota baru) dan dialah yang mengarahkan aksi-aksi mereka. Dia jugalah yang menciptakan jutsu untuk mengeluarkan monster berekor (Bijuu) dari Jinchuuriki. Dia juga bisa menggunakan "teknik pengubah bentuk" (ten no Jutsu?) yang dapat menduplikasikan rekan-rekannya dengan menggunakan korban manusia, menjadikan mereka dapat melawan musuh tanpa melukai dirinya. Hasil duplikasi ini sangatlah mirip dengan aslinya, bahkan bisa memiliki kekkei genkai dan senjata khusus seperti yang asli. Kemampuannya seimbang dengan jumlah chakra yang diberikan kepada masing-masing hasil duplikasi ini. Ketika tiba saatnya berkumpul, Pein dapat memanggil rekan-rekannya bahkan dari tempat yang sangat jauh dengan menggunakan telepati.

Meskipun Pein kelihatannya memegang otoritas terhadap anggota Akatsuki, Ia sendiri mengatakan bahwa masih ada seseorang yang berada di atas dia. Setelah kematian Deidara, orang ini menugaskan Pein untuk menangkap Naruto secara langsung, dan tidak menerima kegagalan. Identitas orang ini kemudian diketahui, yang tidak lain adalah Tobi, yang juga adalah Madara Uchiha, yang merupakan dalang dari Akatsuki. Konan mengatakan bahwa Pein tidak pernah kalah dalam pertarungan oleh siapapun atau apapun.[1]

Walaupun Pein biasanya digambarkan tanpa nama, ia dilukiskan berambut pirang di sampul bab 317. Ia diperlihatkan duduk pada sebuah patung aneh yang dipenuhi banyak pipa, serta mengomentari Hidan dan Kakuzu yang selalu membuat masalah. Patung ini terletak pada sebuah kota yag lebih moderen dari biasanya. Kota ini memiliki pipa-pipa yang mirip seperti di patung tersebut yang terletak pada berbagai jenis gedung-gedung. Ia juga memiliki mata yang tidak lazim.

Pein digambarkan memiliki pengetahuan sejarah masa lalu berbagai macam desa, dan juga yang mendasari kondisi polotik dan ekonomi pada kebanyakan negara. Ketika Hidan menggambarkan tentang ninja Konoha sebagai ninja yang "jahat dan kafir", Pein memberikan gambaran singkat mengenai Will of Fire Konoha, dan kemudian diteruskan dengan penjelasan bahwa semua negara memiliki beberapa persamaan dalam praktek untuk membenarkan pertarungan.

Diketahui dari bawahan pein yang di tangkap jiraiya, ternyata pein adalah orang yang sangat hebat dan kuat. di berhasil membunuh salamander hanzou yang saat itu tak berhasil dikalahkan oleh tiga sannin konoha. Pein juga diketahui memiliki 6 tubuh yang tersimpan di ruangan tersembunyi. Baru diketahui bahwa pein adalah salah satu mantan anak didik Jiraiya bersama dengan konan yang dilatih saat dia dan kedua sannin yang lain menghadapi perang dengan Amagakure. [3]

Konan

* Umur : Tidak diketahui
* Asal : Tidak diketahui
* Status keanggotaan : Aktif
* Cincin :("Putih")
* Posisi cincin : Jari Tengah, Tangan Kanan
* Pasangan : Pein
* Pengenalan pertama : Bab 238, Naruto Episode 135
* Penampakan pertama : Bab 363
* Ciri khas : Memiliki aksesoris seperti bunga di kepala

Konan merupakan satu-satunya anggota perempuan dalam Akatsuki. Ia memiliki rambut berwarna biru dengan tambahan aksesoris bunga kertas, tetapi dari semua itu, anggota ini masih menyisahkan banyak misteri. Konan memiliki kemampuan untuk memisahkan dirinya menjadi berlembar-lembar kertas yang dapat berubah bentuk menjadi origami kupu-kupu. Namun ninjutsu itu tidak berhasil jika tubuh Konan dibasahi dengan zat cair.Baru diketahui bahwa Konan adalah bekas anak didik Jiraiya saat dia dan kedua sannin yang lain menghadapi perang dengan Amagakure. Dikatakan di

Zetsu

* Umur : 56 tahun
* Asal : Kusagakure
* Status keanggotaan : Aktif
* Cincin :
* Posisi cincin : Kelingking kanan
* Pasangan : Tidak ada
* Penampakan pertama : Bab 234, Naruto Episode 134
* Ciri khas : Mempunyai dua kepribadian, kanibal
* Seiyu : Nobuo Tobita

Zetsu adalah seorang ninja pelarian misterius. Tidak banyak yang diketahui tentang dia, selain kesetiaannya kepada Akatsuki dan fungsinya sebagai seorang mata-mata. Kepalanya diselubungi oleh Venus Flytrap yang besar, yang juga membungkusi tubuhnya. Bagian kanan dari wajah dan tubuhnya berwarna hitam, sedangkan di bagian kiri berwarna putih. Zetzu mempunyai dua kepribadian, di mana bagian hitam dari wajahnya berbicara dalam Katakana, sedangkan yang bagian putih menggunakan Kanji dan Kana. Kedua bagian tersebut juga sering berbicara satu sama lain, dan kadang-kadang juga memiliki pendapat yang berbeda, seperti apakah diperbolehkan Tobi menggantikan posisi Sasori dalam Akatsuki. Matanya berwarna kuning dan tidak memiliki pupil

Zetsu sering kali menggunakan ka no jutsu yang membuatnya bisa bersatu dengan tanah, pohon, dan tumbuhan yang lain untuk perjalanan jarak jauh dengan cepat.[4] Ia juga memiliki kemampuan yang dapat menggerakan tubuhnya selama ritual penyegelan Bijuu berlangsung, di mana tidak ada seorang pun anggota Akatsuki yang dapat melakukannya. Dengan begitu, ia bisa menjadi pengintai selama ritual penyegelan. Untuk memudahkan tugas ini, Zetsu meningkatkan daya penglihatannya untuk melihat jauh, dibandingkan dengan kebanyakan orang. Sebagai tambahan, dalam perannya sebagai mata-mata, zetsu berfungsi sebagai ninja hunter Akatsuki. Ia ditugaskan untuk melenyapkan mayat yang menjadi korban dari "teknik pengubah bentuk" (象転の術, Shōten no Jutsu?) Ketua Akatsuki, dan juga untuk menemukan kembali cincin dari Sasori dan Deidara. [5]

Satu-satunya bawahan Zetsu yang diketahui adalah Tobi, yang kemudian menggantikan posisi Sasori di Akatsuki setelah kematian Sasori. Sampai saat ini anggota Akatsuki menganggap Zetsu lebih superior, karena mungkin hanya ia yang seringkali menerima perintah langsung dari Pein.

Kisame Hoshigaki


* Umur : 29 di Naruto[6], 31 di Naruto Shippūden
* Asal : Kirigakure
* Status keanggotaan : Aktif
* Tinggi : 195 cm[6]
* Berat : 83.1 kg[6]
* Tanggal Lahir : 18 Maret[6]
* Golongan darah : AB[6]
* Cincin : 南 ("Selatan")
* Posisi cincin : Jari manis kiri
* Pasangan : Itachi Uchiha
* Penampakan pertama : Bab 139; Naruto Episode 80
* Ciri khas : Penampilan seperti ikan hiu
* Seiyu : Tomoyuki Dan

Kisame Hoshigaki (干柿鬼鮫, Hoshigaki Kisame?) adalah seorang ninja pelarian dari Kirigakure dan parntnernya Itachi Uchiha. Tidak seperti kebanyakan pasangan yang lain dalam Akatsuki, Kisame memiliki hubungan yang baik dengan Itachi. Sementara Itachi ditugaskan untuk menangkap Naruto Uzumaki, target Kisame adalah Jinchuuriki Siluman berekor empat, seorang lelaki tua yang dikalahkannya dengan susah payah.[7] Kisame memiliki penampilan khusus yang menyerupai ikan hiu, lengkap dengan kulit berwarna biru pucat dengan mata yang kecil, serta memiliki struktur muka yang menyerupai insang dan gigi berbentuk segitiga tajam. Sama seperti namanya, Kisame (鬼鮫), yang berarti "ikan hiu iblis". Meskipun penampilannya yang agak kasar dan kecintaannya dalam bertarung, gaya bicara Kisame tenang dan memiliki sopan santun jika dibandingkan dengan kebanyakan anggota Akatsuki yang lain.

Kisame merupakan salah satu dari Seven Swordsmen of the Mist (霧の忍刀七人衆, Kiri no Shinobigatana Shichinin Shū?) dan juga dikenal sebagai kaijin (怪人, kaijin?) dari Kirigakure. Zabuza Momochi dan Raiga Kurosuki juga adalah anggota dari Kiri no Shinobigatana Shichinin Shū. Seperti dua anggota yang lain, ia agak terlalu percaya diri dalam pertarungan. Dengan jelas juga ia menikmati setiap pertempuran dan kemungkinan memotong-motong lawannya. Sebagai contoh, ia mempertimbangkan sebuah gagasan untuk memotong kedua kaki Naruto untuk mencegahnya melarikan diri sebagai ganti dari memukul naruto sampai pingsan. Selama pertarungannya dengan Asuma Sarutobi Kisame juga menikmati kesenangannya dalam menyobek bahu Asuma dengan Shameda.

Senjata utama Kisame adalah Shameda (鮫肌, "Kulit Hiu"), sebuah pedang besar khusus yang sebanding dengan ukuran zanbatō milik Zabuza Momochi. Tidak seperti pedang pada umumnya, Shameda bukan digunakan untuk memotong, melainkan untuk mencukur, dikarenakan permukaannya yang kasar seperti kulit hiu. Pedang ini juga mempunyai kemampuan untuk menyerap chakra yang berada disekitarnya, membuat kisame dapat memotong chakra lawannya. Jumlah chakra yang dapat diserapnya masih belum jelas, tetapi Shameda bahkan dapat mengkonsumsi chakra siluman rubah, tanpa merasakan sakit. Shameda juga merupakan senjata yang peka perasaannya dan hanya Kisame yang diperbolehkan untuk memakainya.[8] Ketika Guru Guy mencoba untuk memdapatkan Shameda dan menggunakannya untuk melawan Kisame, pedang ini membalas dengan duri-duri yang keluar dari pegangannya dan kembali ke Kisame.[9]

Jumlah chakra Kisame rupanya sangat besar, bahkan diakui oleh stantar Akatsuki. Pemimpin mereka mengomentari hal itu. Tubuh tiruan Kisame dengan tiga puluh persen kekuatan, yang terbuat dari "teknik pengubah bentuk" (象転の術, Shōten no Jutsu?) memiliki Chatra setara dengan Naruto disaat melepaskan chakra siluman rubah waktu melawan Neji pada ujian Chunin, sebuah observasi yang dibuat oleh Neji Hyuga ketika ia mengamati tubuh tiruan Kisame ini dengan Byakugan.[10]

Kisame telah memperlihatkan kecepatan yang sangat mengagumkan kekuatan fisik yang luar biasa. Ia menggunakan jutsu bertipe air yang sering dikombinasikan dengan kekuatan fisiknya yang luar biasa. Ia juga telah mempertunjukan kemampuan menggunakan Suiton: Bakusui Shōha (水遁・爆水衝波, Suiton: Bakusui Shōha?)berarti elemen air: gelombang ledakan air ,, yang membuatnya menciptakan air dari sesuatu yang tidak ada[11] dan mengubah medan pertempurannya menjadi sebuah danau dengan jurusnya yang lain. Kisame juga menggunakan beberapa jurus bertema ikan hiu, seperti Suiton: Suikōdan no Jutsu (水遁・水鮫弾の術, Suiton: Suikōdan no Jutsu?) untuk menyerang musuhnya dengan ledakan air dalam bentuk ikan hiu. Ketika musuhnya tenggelam, Kisame dapat menggunakan Suiton: Goshokuzame (水遁・五食鮫, Suiton: Goshokuzame?) untuk menciptakan lima ikan hiu penyerang.

Itachi Uchiha

* Umur : 17-18 di Naruto, 20 di Naruto Shippūden
* Asal : Konohagakure
* Status keanggotaan : Aktif
* Tinggi : 175,2 cm
* Berat : 57,1 kg
* Tanggal Lahir : 9 Juni
* Golongan darah : AB
* Cincin : 朱 ("Merah Darah")
* Posisi cincin : Jari manis kanan
* Pasangan : Kisame Hoshigaki
* Penampakan pertama : Bab 139, Naruto Episode 80
* Ciri khas : Ahli dalam Genjutsu, memakai sharingan dan mangekyo sharingan
* Seiyu : Hideo Ishikawa

Itachi Uchiha (うちは イタチ, Uchiha Itachi?) adalah seorang ninja pelarian yang berasal dari Konohagakure, partnernya adalah Kisame Hoshigaki, dan merupakan anggota Akatsuki pertama yang diperkenalkan. Itachi adalah salah satu dari Klan Uchiha yang tersisa, yang lainnya adalah adiknya Sasuke Uchiha dan Madara Uchiha (yang dikenal juga sebagai Tobi). Ia bertanggungjawab atas beberapa peristiwa dalam serial ini, seperti pembantaian Klan Uchiha dan keluarnya Orochimaru dari Akatsuki. Itachi telah membuka serta menguasai misteri dari Sharingan dan Mangekyou Sharingan. Ia juga adalah seorang ahli yang luar biasa dalam ninjutsu dan genjutsu. Sasaran bijuu Itachi adalah Siluman rubah berekor sembilan.

Tobi

* Umur : Lebih dari 100 tahun
* Asal : Konoha Gakure
* Status keanggotaan : Aktif
* Cincin : 玉 ("Virgo")
* Posisi cincin : Jempol kiri
* Pasangan : Dulunya Deidara
* Penampakan pertama : Bab 280
* Ciri khas : Topeng jingga dengan satu lubang mata dengan pola pusaran yang terpusat pada mata kanan, Sharingan

Tobi (トビ, Tobi?), menjadi anggota Akatsuki sesudah kematian Sasori dan menjadi partnernya Deidara. Tobi tak lain dan bukan merupakan Madara Uchiha yang merupakan salah satu pendiri Konoha. Dia telah dibunuh oleh Hokage Pertama di Valley of The End. Sampai sekarang belum ada yang tahu bagaimana ia bisa hidup lagi, dan juga mengapa dia sampai menjadi anggota Akatsuki. Tobi sebelumnya adalah bawahan Zetsu. Ia memakai cincin yang sebelumnya dipakai oleh Sasori. Dalam pertarungan Deidara melawan Sasuke, Tobi terperangkap dalam ledakan bunuh diri Deidara. Kemudian Zetsu menduga bahwa Tobi telah mati dalam ledakan tersebut. Tidak seperti kebanyakan ninja pada umumnya, tobi tidak menggunakan pelindung kepala sehingga desa asalnya masih belum diketahui, sampai Ia mengungkap identitasnya sendiri setelah kematian Deidara. Ia memakai topeng aneh yang menutupi seluruh wajahnya, sehingga hanya mata kanannya yang kelihatan, yang kemudian diketahui adalah Sharingan.

Keahlian Tobi masih belum jelas, karena tidak pernah diperlihatkan bagaimana ia bertarung. Ia dan Deidara mengalahkan Bijuu berekor tiga, tetapi Tobi diperlihatkan tidak melakukan apa-apa, melainkan ia lari dari Bijuu tersebut. Setelah pertarungan, Tobi mengklaim bahwa ia mengalahkan bijuu tersebut hanya dengan satu serangan. Deidara tidak setuju dan mengatakan bahwa itu adalah sebuah "kontribusi seni" (ledakan tanah liat) yang membawanya pada kemenangan. Dalam pertarungannya melawan Sasuke, Tobi menunjukan kemampuannya untuk memulihkan diri dari serangan

Kakuzu

Umur : Tidak diketahui
Asal : Takigakure
Status keanggotaan : Almarhum, belum diganti
Cincin : 北 ("Utara")
Posisi cincin : Jari tengah kiri
Pasangan : Dulunya Hidan
Pengenalan pertama : Bab 238, Naruto Episode 135
Penampakan pertama : Bab 312
Ciri khas : Dapat memperpanjang hidupnya dengan cara mengambil jantung manusia, dapat memiliki lima jantung manusia secara bersamaan, dapat menggunakan seluruh lima elemen chakra, tubuh terdiri dari jaring-jaring untuk menyerang dan memanipulasi tubuh yang lain.
Kakuzu (角都, Kakuzu?) adalah seorang ninja pelarian dari Takigakure dan partnernya Hidan. Kanji pertama dalam nama Kakuzu (角) adalah kakugyō yang berarti menteri dalam permainan Shogi. Kakuzu adalah seorang individu yang rakus, mengutamakan seberapa berharga suatu benda, dan selalu hanya bergantung untuk mencari uang.[26] Penghasilan favorit Kakuzu ialah mengumpulkan hadiah selama menjalankan misinya., bahkan bersama-sama dengan agama Hidan membuatnya lebih cepat untuk mengoleksi hadiah-hadiah tersebut. Sejarahnya sebagai pemburu hadiah telah berjalan lama, dan ia sudah terbiasa dengan syarat-syarat sebagai pengoleksi bahkan telah menghafal informasi serta hadiah yang akan diberikan setelah menangkap target tersebut. Pandangan tentang uang ini mengakibatkan Kakuzu menjuluki dirinya sebagai "Bendahara Akatsuki", meskipun tidak diketahui apakah ini merupakan posisi yang sebenarnya.[26] Kakuzu juga mempunyai bankir dan akuntan pribadi.[27] Walaupun tertarik pada uang, ia menempatkan perintah Pein sebagai kesempatan untuk membuat keuntungan.[28]

Kakuzu memiliki struktur tubuh khusus yang terdiri dari banyak benang hitam tajam yang melalui seluruh tubuhnya, yang dapat digunakan untuk memisahkan bagian tubuhnya untuk serangan jarak jauh. Benang-benang ini dapat digunakan juga untuk menyerang dan menusuk tubuh lawannya. Benang-benang ini rupanya terbatas dan digunakan Kakuzu untuk mengubah penampilannya dan secara visual dapat meningkatkan ukuran tubuhnya.[29]. Benang-benang Kakuzu juga memungkinkan ia untuk memasukan organ asing yang lain ke dalam tubuhnya, serta dapat memperpanjang hidupnya selamanya dengan mengambil organ sehat orang lain.[30] Ia telah menggunakan teknik ini untuk memperpanjang hidupnya, karena ia mengklaim bahwa dirinya dernah bertasung dengan Hokage Pertama.[30] Yang paling menyolok adalah Kakuzu bisa menyimpan sampai empat jantung extra,[31] yang disimpan dalam topeng binatang yang dijahit di punggungnya. Setiap topengnya depat memisahkan diri serta menyerang secara bebas. [32]

Setelah terpisah dengan tubuhnya, topeng ini dapat mengeluarkan ledakan berelemen chakra yang sangat kuat, di mana setiap ledakan diberikan nama: Katon: Zukokku (火遁・頭刻苦, Katon: Zukokku?)[33], Fūton: Atsugai (風遁・圧害, Fūton: Atsugai?)[34] dan Raiton: Gian (雷遁・偽暗, Raiton: Gian?)[35]. Topeng-topeng ini juga dapat bergabung untuk meningkatkan keampuhan serangannya. Jika jantung di tubuh Kakuzu dihancurkan, salah satu topengnya dengan cepat dapat bergabung kembali dengannya agar jantung tersebut dapat digunakannya, dan mengakibatkan topeng tersebut hancur. Kakuzu juga menggunakan pertahanan jurus berelemen tanah "Tubuh Besi" (鉄ボディ, Kurogane Karada), yang meningkatkan kekuatannya dan membuatnya kebal terhadap serangan fisik.[36]

Kakuzu sangat tidak menyukai bahwa faktanya ia membutuhkan partner sebagai anggota Akatsuki, menurut kebiasaannya yang membunuh siapapun di sekelilingnya (termasuk partner) ketika sedang marah. Dengan membunuh seluruh partner sebelumnya, mengakibatkan Kakuzu dipasangkan dengan Hidan.[37]. Keduanya tidak menyukai kemitraan mereka.

Ketika Hidan and Kakuzu melakukan perjalanan melalui Land of Fire untuk menyelesaikan pertempuran sebelumnya, mereka bertemu dengan sekelompok ninja Konoha yang terdiri dari empat orang. Setelah pertarungan dimulai, Kakashi Hatake dapat menusuk Kakuzu dengan Raikiri, menghancurkan salah satu topengnya. Jantung yang sebenarnya tidak cedera, kemudian Kakuzu mengeluarkan tiga topeng lainnya untuk menyerang ninja Konoha. Disaat ia hampir menang, Shikamaru Nara berhasil menipu Hidan menggunakan teknin seperti voodoo, mengakibatkan ia kehilangan lagi satu jantungnya. Setelah mengambil jantung dari salah satu topengnya, Kakuzu bersiap-siap untuk menghabisi lawannya, namun kedatangan bantuan menghentikan serangannya. Naruto Uzumaki bertempur melawan Kakuzu dan berhasil mengalahkannya menggunakan Fūton: Rasenshuriken ((風遁・螺旋手裏剣, Fūton: Rasenshuriken?) yang memukul Kakuzu sampai ke bagian selnya dan memutuskan seluruh urat sarafnya. Kakuzu sudah tidak dapat bergerak lagi. Dengan sisa kekuatannya, ia berusaha mencari tahu bagaimana ia bisa dikalakan oleh seorang "anak kecil". Setelah itu ia berakhir ditangan Kakashi.


Orochimaru

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Orochimaru
Umur : 50-51 di Naruto, 53 di Naruto Shippūden
Asal : Konohagakure, sekarang Otogakure
Status keanggotaan : almarhum setelah Keluar dari Akatsuki, belum diganti
Cincin : 空 ("Langit")
Posisi cincin : Jari Kelingking kiri
Pasangan : Dulunya Sasori
Ciri khas : Penampilan seperti ular, dapat memperpanjang hidup dengan memindahkan jiwanya ke tubuh yang baru.
Orochimaru (大蛇丸, Orochimaru?) adalah seorang mantan anggota Akatsuki, yang sebelumnya berpasangan dengan Sasori. Ia menggunakan teknik Fushi Tensei (大蛇丸, Fushi Tensei?) berusaha untuk mencuri tubuh dari Itachi Uchiha, tetapi berhasil digagalkan Itachi dengan melumpuhkannya dan memotong tangan kirinya. Setelah kejadian ini, Orochimaru meninggalkan Akatsuki, dengan tetap membawa cincin Akatsuki yang masih tertinggal di tangan dari tubuh aslinya. Orochimaru berniat untuk mengeliminasi Akatsuki, walaupun ia dianggap telah mati. Apapun hubungan yang tersisa antara Orochimaru dan Akatsuki, kelihatan mirip dalam waktu bekerja, di mana Orochimaru mempersiapkan waktu selama tiga tahun untuk mengambil tubuh Sasuke dan Akatsuki dalam mengangkap semua siluman berekor.


Sasori

Umur : Tidak diketahui
Asal : Sunagakure
Status keanggotaan : Almarhum, digantikan oleh Tobi
Cincin : 玉 ("Virgo")
Posisi cincin : Jempol kiri
Pasangan : Dulunya Deidara, sebelum itu Orochimaru
Pengenalan pertama : Bab 238, Naruto Episode 135
Penampakan pertama : Bab 247, Naruto Shippuden Episode 2
Ciri khas : Ahli boneka, tubuh boneka, spesialis racun
Seiyu : Takahiro Sakurai, Yutaka Aoyama (Hiruko)
Sasori (サソリ, Sasori?), juga dikenal sebagai Sasori si pasir merah (赤砂のサソリ, Akasuna no Sasori?), adalah seorang ninja pelarian yang berasal dari Sunagakure. "Sasori" (蠍) juga berarti kalajengking. Setelah kematian kedua orangtuanya, Sasori dibesarkan oleh neneknya, Chiyo, yang mengajarnya segala sesuatu tentang boneka. Setelah teruji mahir dengan kemampuannya, Sasori menggunakan pengtahuan barunya itu untuk mengubah tubuh kedua orangtuanya menjadi boneka dengan usaha agar bisa dicintai. Karena mereka hanyalah boneka tanpa emosi, karya ini menjadi gagal, dan ia meninggalkan Sunagakure selama dua puluh tahun sampai ia diperkenalkan. Suatu waktu setelah meninggalkan desanya, Sasori bergabung dengan Akatsuki dan akhirnya berpasangan dengan Orochomaru. Setelah Orochimaru meninggalkan Akatsuki, Sasori berpasangan dengan Deidara, meskipun dendamnya terhadap Orochimaru selalu dibawanya.

Dalam kemitraannya dengan Deidara, keduanya sering berdebat, khususnya tentang pertentangan pandangan mereka dalam seni. Deidara beranggapan bahwa seni itu adalah sesuatu yang cepat hilang, sementara Sasori meyakini bahwa seni yang bagus adalah sesuatu yang indah yang bisa bertahan lama sampai ke masa depan. Ini mencerminkan sifat dasar individu mereka (Deidara membuat pahatan tanah liat yang bisa meledak, Sasori membuat boneka-boneka manusia yang bisa bertahan lama). Deidara dari luar kelihatannya menghargai keyakinan Sasori terhadap seni, meskipun Sasori tidak menghargai keyakinan Deidara. Ia juga tidak menyukai menunggu dan membuat orang menunggu. Sebagai anggota Akatsuki, Sasori ditugaskan untuk menangkap salah satu dari siluman berekor (Bijuu), walaupun percakapan singkat antara dia dengan Deidara menjelaskan bahwa ia bahkan tidak tahu siluman berekor mana yang harus ditangkapnya.[38]

Dalam pertarungan, Sasori menggunakan boneka-boneka, di mana favoritnya adalah Hiruko (ヒルコ, Hiruko?), yang dikendalikan dari dalam untuk melindungi dirinya dari serangan musuh. Karena Sasori sering menggunakan Hiruko, bahkan menghiasinya dengan pakaian Akatsuki, kebanyakan orang hanya dapat menerimanya selama ia menggunakan boneka itu. Jika Hiruko terbukti tidak berguna lagi, Sasori dapat menggunakan dirinya sendiri dalam pertempuran, dikarenakan tubuhnya telah diubah menjadi boneka. Ini juga memberikan keuntungan baginya untuk tampil muda secara tidak wajar. Tubuh boneka Sasori membuat ia dapat mengontrol ratusan boneka dalam sekali melalui mekanisme pada dadanya yang dapat menghasilkan banyak benang chakra. Karena boneka tidak dapat mengendalikan chakra, Sasori telah mengawetkan jantungnya dalam sebuah peralatan berbentuk silinder, yang membolehkannya menggunakan boneka dalam pertarungan. Karena hanya jantungnya yang merupakan bagian yang hidup dari dirinya, tubuh bonekanya pada hakekatnya tidak dapat dihancurkan, sehingga ia dapat kembali ke bentuknya yang semula jika ada bagian remuk.[39] Sebagai tambahan, ia dapat memindahkan jantungnya ke boneka yang lain, dan meninggalkan tubuh yang sudah tidak bisa diperbaiki.

Sebagian besar boneka Sasori terbuat dari tubuh manusia. Setelah organ-organ dalam tubuh dikeluarkan, darahnya dikeringkan, kemudian tubuh tersebut diawetkan agar tidak membusuk, selanjutnya bisa digunakan sebagai "Boneka Manusia" (人傀儡, Hitokugutsu?). Karena boneka-boneka ini sebelumnya adalah manusia, mereka sanggup menggunakan chakra dan jutsu, memberikan mereka keuntungan yang drastis di atas boneka pada umumnya. Ia mengatakan bahwa ia memiliki 298 beneka berjenis seperti ini. Boneka manusia favoritnya adalah Kazekage ke-3, yang diculik dan dibunuh sebelum meninggalkan Sunagakure, yang juga berarti ia dapat menggunakan kemampuan khusus Pasir Besi Kazekage ke tiga. Dengan Aka Higi: Hyakki no Sōen (赤秘技・百機の操演, Aka Higi: Hyakki no Sōen?)berarti, teknik rahasia merah: Pengendali 100 boneka, Sasori dapat memanggil seratus boneka manusia yang menjadi pasukannya, di mana mereka merupakan lawan sasori yang sudah dikalahkan. Untuk meningkatkan kekuatan serangan bonekanya, Sasori menambahkan racun pada boneka ciptaannya. Efek dari racun ini segera bereaksi dan dapat membunuh targetnya setelah menderita selama tiga hari. Hanya ninja medis yang sangat berbakat yang dapat menciptakan penawar racun ini.

Sasori memiliki sejumlah mata-mata yang tersebar dalam dunia Naruto, yang dikendalikannya melalui pikiran. Salah satunya adalah Yura, yang digunakan Sasori untuk memudahkan Deidara menagkap Gaara. Setelah Deidara berhasil dalam tugasnya dan siluman berekor satu Shukaku berhasil dikeluarkan Akatsuki dari Gaara, rombongan Naruto tiba untuk mendapatkan kembali Gaara. Setelah rombongan ini terbagi untuk bertarung melawan Deidara dan Sasori, Sasori harus berhadapan dengan Chiyo dan Sakura Haruno. Dengan mengendalikan Sakura sebagai boneka, Chiyo berhasil menolongnya menghancurkan Hiruko dan Kazekage ke tiga. Agar bisa memenagkan pertempuran ini, Sasori menggunakan pasukan bonekanya untuk mengalahkan pasangan Chiyo-Sakura, meskipun boneka Chiyo dapat mengalahkannya. Setelah tubuh bonekanya tidak dapat bergerak lagi, Sasori berpindah ke tubuh boneka yang baru, dan berusaha menyelinap untuk menyerang Chiyo, walaupun Sakura menghalang serangan tersebut. Menggunakan kesempatan ini sebagai keuntungannya, Chiyo memanggil boneka kedua orangtuanya, yang telah dipersiapkannya sejak berangkat dari Sunagakure, yang kemudian menusuk jantung Sasori dalam pelukan boneka itu. Sebagai hadiah bagi Sakura yang telah mengalahkannya Sasori memberitahukan tentang mata-matanya Kabuto Yakushi dan kapan serta di mana ia dapat menemuinya.

http://liveconnector.com/376157

Read More......

Mahmud Ahmadinejad


Mahmud Ahmadinejad atau bisa dibaca Ahmadinezhad (lahir 28 Oktober 1956) adalah Presiden Iran yang keenam. Jabatan kepresidenannya dimulai pada 3 Agustus 2005. Ia pernah menjabat walikota Teheran dari 3 Mei 2003 hingga 28 Juni 2005 waktu ia terpilih sebagai presiden. Ia dikenal secara luas sebagai seorang tokoh konservatif yang mempunyai pandangan Islamis.

Biografi

Lahir di desa pertanian Aradan, dekat Garmsar, sekitar 100 km dari Teheran, sebagai putra seorang pandai besi, keluarganya pindah ke Teheran saat dia berusia satu tahun. Dia lulus dari Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST) dengan gelar doktor dalam bidang teknik dan perencanaan lalu lintas dan transportasi.


Pada tahun 1980, dia adalah ketua perwakilan IUST untuk perkumpulan mahasiswa, dan terlibat dalam pendirian Kantor untuk Pereratan Persatuan (daftar-e tahkim-e vahdat), organisasi mahasiswa yang berada di balik perebutan Kedubes Amerika Serikat yang mengakibatkan terjadinya krisis sandera Iran.

Pada masa Perang Iran-Irak, Ahmedinejad bergabung dengan Korps Pengawal Revolusi Islam pada tahun 1986. Dia terlibat dalam misi-misi di Kirkuk, Irak. Dia kemudian menjadi insinyur kepala pasukan keenam Korps dan kepala staf Korps di sebelah barat Iran. Setelah perang, dia bertugas sebagai wakil gubernur dan gubernur Maku dan Khoy, Penasehat Menteri Kebudayaan dan Ajaran Islam, dan gubernur provinsi Ardabil dari 1993 hingga Oktober 1997.

Ahmadinejad lalu terpilih sebagai walikota Teheran pada Mei 2003. Dalam masa tugasnya, dia mengembalikan banyak perubahan yang dilakukan walikota-walikota sebelumnya yang lebih moderat dan reformis, dan mementingkan nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan-kegiatan di pusat-pusat kebudayaan. Selain itu, dia juga menjadi semacam manajer dalam harian Hamshahri dan memecat sang editor, Mohammad Atrianfar, pada 13 Juni 2005, beberapa hari sebelum pemilu presiden, karena tidak mendukungnya dalam pemilu tersebut.

Ahmadinejad diketahui pernah bertengkar dengan Presiden Mohammad Khatami, yang lalu melarangnya menghadiri pertemuan Dewan Menteri, suatu hak yang biasa diberikan kepada para walikota Teheran. Dia telah mengkritik Khatami di depan umum, menuduhnya tidak mengetahui masalah-masalah sehari-hari warga Iran.

Setelah dua tahun sebagai walikota Teheran, Ahmadinejad lalu terpilih sebagai presiden baru Iran. Tak lama setelah terpilih, pada 29 Juni 2005, sempat muncul tuduhan bahwa ia terlibat dalam krisis sandera Iran pada tahun 1979. Iran Focus mengklaim bahwa sebuah foto yang dikeluarkannya menunjukkan Ahmadinejad sedang berjalan menuntun para sandera dalam peristiwa tersebut, namun tuduhan ini tidak pernah dapat dibuktikan.

Kontroversi

Kutipan pernyataannya dalam sebuah pertemuan di hadapan para mahasiswa pada 26 Oktober 2005 dari pernyataan Ayatollah Khomeini yang menyerukan agar Israel "dihapus dari peta dunia" memicu kontroversi. Selain, menuai kecaman dari berbagai pemimpin dunia, termasuk Wakil Perdana Menteri Shimon Peres. Peres bahkan membalas dengan menuntut agar Iran dikeluarkan dari keanggotaan di Dewan Perserikatan Bangsa-bangsa.

Pernyataan yang kontroversial ini diulang kembali pada 14 Desember 2005. Saat itu, ia berkata bahwa Holocaust (peristiwa pembantaian terhadap kaum Yahudi oleh rezim Nazi pada masa Perang Dunia II) hanyalah sebuah mitos yang digunakan bangsa Eropa untuk menciptakan negara Yahudi di jantung dunia Islam. Ia juga sempat menyelenggarakan konfrensi tentang Holocaust.

Sementara, kritik dalam negeri mengenai kebijakan domestik dan luar negeri terus mengalir deras. Kritik datang dari tokoh ulama besar Ayatollah Hossein Ali Montazeri. Merujuk retorika Ahmadinejad terhadap Amerika Serikat, Montazeri menyatakan bahwa sangat perlu bertindak logis terhadap musuh dan tidak memprovokasi. Bagi Montazeri, ekstremisme tidak berbuah baik untuk rakyat.

Iran menegaskan bahwa pengembangan teknologi nuklir merupakan hak yang tidak bisa disangkal meskipun Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa mengeluarkan resolusi yang menuntut Iran untuk menghentikan program pengayaan uranium. Ahmadinejad mendapat kritikan dari kalangan konservatif maupun reformis mengenai kebijakan ekonominya dan cara dia menangani isu nuklir Iran.

wikipedia.org

Read More......

John Edwards


John Edwards(born June 10, 1953), is an American politician, first as a one-term U.S. Senator from North Carolina, then the Democratic nominee for Vice President in 2004, and currently a candidate for the Democratic nomination in the 2008 Presidential election.

He defeated incumbent Republican Lauch Faircloth in North Carolina's 1998 Senate election and during his six-year term sought the Democratic presidential nomination in the 2004 presidential election.

He eventually became the Democratic candidate for Vice President, the running mate of presidential nominee Senator John Kerry of Massachusetts. After Edwards and Kerry lost the election to incumbents George W. Bush and Dick Cheney, Edwards began working full time at the One America Committee, a political action committee he established in 2001, and was appointed director of the Center on Poverty, Work and Opportunity at the University of North Carolina at Chapel Hill School of Law. He was also a consultant for Fortress Investment Group LLC.

Early life, education, and family

Edwards was born on June 10, 1953 to Wallace Reid Edwards and Catharine Juanita "Bobbie" Wade in Seneca, South Carolina. The family moved several times during Edwards' childhood, eventually settling in Robbins, North Carolina, where his father worked as a textile mill floor worker, eventually promoted to supervisor; his mother had a roadside antique finishing business and then worked as a postal letter carrier when his father left his job.

A football star in high school,Edwards was the first person in his family to attend college. He attended Clemson University and transferred to North Carolina State University. Edwards graduated with high honors earning a bachelor's degree in textile technology in 1974, and later earned his Juris Doctor from the University of North Carolina at Chapel Hill (UNC) with honors.

While at UNC, he met Elizabeth Anania, who is four years his senior. They married in the summer of 1977 and had four children. Wade, was born in 1979, Cate in 1982, Emma Claire in 1998, and Jack, born in 2000. Their son Wade was killed in a car accident when strong winds swept his Jeep off a North Carolina highway in 1996. Edwards and his wife began the Wade Edwards Foundation in their son's memory; the purpose of the nonprofit organization is "to reward, encourage, and inspire young people in the pursuit of excellence." The Foundation funded the Wade Edwards Learning Lab at Wade's high school, Broughton High School in Raleigh, along with scholarship competitions and essay awards. Just weeks before Wade died, he had been honored at the White House by First Lady Hillary Clinton for an essay he wrote on entering the voting booth with his father.

On November 3, 2004, Elizabeth Edwards revealed that she had been diagnosed with breast cancer. She was treated via chemotherapy and radiotherapy,and continued to work within the Democratic Party and her husband's One America Committee. On March 22, 2007, Edwards and his wife announced that her cancer had returned; she was diagnosed with stage IV breast cancer, with newly discovered metastases to the bone and possibly to her lung.They said that the cancer was "no longer curable, but is completely treatable,and that they planned to continue campaigning together with an occasional break when she requires treatment.

On December 28, 2006, John Edwards officially announced his candidacy for President in the 2008 election from the yard of a home in New Orleans, Louisiana that was being rebuilt after it was destroyed by Hurricane Katrina.Edwards has stated that his main goals are eliminating poverty, fighting global warming, providing universal health care, and withdrawing troops from Iraq.

National polls have had Edwards placing third among the current Democratic field since January, behind Senator Hillary Clinton and Senator Barack Obama.As of July 2007, the Edwards campaign raised a total of $23 million from nearly 100,000 donors, placing him behind Obama and Clinton in fundraising.

2008 presidential campaign

On January 3, 2008, in the Iowa Caucuses, the first contest of the nomination process, Edwards placed second with 29.75 percent of the vote to Obama (37.58 percent), with Clinton coming in third with 29.47 percent of the vote.On January 8, Edwards placed a distant third in the New Hampshire Democratic primary with just less than 17 % (48,818 votes). On January 26, Edwards again placed third in the South Carolina Democratic primary, 2008, his home state which he carried in 2004.

Political positions

Edwards promotes programs to eliminate poverty in the United States, is pro-choice, and supports "College for Everyone" initiatives. He has endorsed efforts to slow down global warming.

Although Edwards initially supported the Iraq War, he later re-evaluated his position and in November 2005 wrote an op-ed in the Washington Post in which he said he regretted voting for the Iraq War Resolution, and discussed three solutions for success in the conflict.He has denounced the "troop surge" in Iraq and is a proponent of withdrawal and has urged Congress to withhold funding for the war without a withdrawal timetable.

Edwards argues in favor of creating one million housing vouchers over five years in order to place poor people in middle class neighborhoods. Edwards has stated, "If we truly believe that we are all equal, then we should live together too.


Edwards has a universal health care plan that requires all Americans to purchase health care, "requires that everybody get preventive care,and that requires employers to provide health care or be taxed to fund public health care.He supports a pathway to citizenship for illegal immigrants,is opposed to a constitutional amendment banning same-sex marriage,and supports the repeal of the Defense of Marriage Act

wikipedia.org
Read More......

Hillary Clinton


Hillary Rodham Clinton (terlahir Hillary Diane Rodham pada 27 Oktober 1947) adalah senator junior Amerika Serikat dari negara bagian New York, suatu jabatan yang dimulai pada 3 Januari 2001. Ia menikah dengan Bill Clinton, Presiden Amerika Serikat ke-42 dan Ibu Negara Amerika Serikat selama dua masa jabatan (1993 - 2001). Sebelumnya, ia adalah seorang pengacara.

Hillary Clinton adalah mantan Ibu Negara pertama yang memenangkan pemilihan umum untuk suatu jabatan di AS. Pada 20 Januari 2007 ia resmi menyatakan dirinya ikut serta dalam pemilihan umum presiden Amerika Serikat 2008.


Masa kecil dan pendidikan

Hillary Rodham dilahirkan di Chicago, Illinois, dan dibesarkan dalam sebuah keluarga Methodist di Park Ridge, Illinois. Ayahnya, Hugh Ellsworth Rodham, seorang konservatif, adalah seorang eksekutif dalam industri tekstil, dan ibunya, Dorothy Emma Howell Rodham, seorang ibu rumah tangga. Hillary mempunyai dua orang saudara lelaki, Hugh dan Tony. Mantan duta besar AS untuk Britania Raya, Philip Lader, merujuk kepada minatnya yang mendalam kepada nenek moyangnya dari Wales

wikipedia.org



Read More......

Barack Obama


Barack Hussein Obama, Jr. (lahir 4 Agustus 1961) adalah seorang Senator dari Illinois. Ia menjadi perhatian dunia karena pidato utamanya pada Konvensi Nasional Partai Demokrat 2004, ketika ia masih menjadi Senator Negara Bagian Illinois. Tahun itu juga, ia menjadi orang keturunan Afrika pertama yang memenangkan pemilihan ke Senat AS sebagai seorang Demokrat.

Barack Obama dilahirkan di Queen's Medical Center di Honolulu, Hawaii dari ayah ekonom lulusan Harvard, Barack Hussein Obama, Sr., dari Kenya, dan ibu Ann Dunham, dari Wichita, Kansas. Waktu Obama dilahirkan, kedua orangtuanya adalah mahasiswa di East-West Center di Universitas Hawaii di Manoa.


Ketika berusia dua tahun, orangtuanya bercerai. Ayahnya kembali ke Kenya, dan ia hanya bertemu dengan anaknya sekali lagi sebelum meninggal pada 1982. Ann Dunham kemudian menikah dengan Lolo Soetoro (meninggal 2 Maret 1993), juga seorang mahasiswa East-West Center (MA Geografi 1962) dari Indonesia. Pada masa kecilnya Barack menggunakan nama 'Barry'. Keluarga ini kemudian pindah ke Jakarta, di mana adik tiri Obama, Maya Soetoro-Ng, dilahirkan (Obama juga memiliki saudara-saudara tiri dari ayahnya yang menikah lagi). Ketika Obama berusia 10 tahun ia kembali ke Hawaii dan diasuh kakek-neneknya, (Madelyn Dunham) dan kemudian ibunya, untuk pendidikan yang lebih baik. Ia masuk kelas lima di Punahou School, di mana ia lulus dengan honors pada 1979.

www.wikipedia.org

Read More......

Larry Page


Lawrence Edward "Larry" Page (born March 26, 1973 in Lansing, Michigan) is an American entrepreneur who co-founded the Google internet search engine, now Google Inc., with Sergey Brin.


Early life and education

Larry Page is the son of the late Dr. Carl Victor Page, one of the University of Michigan's first computer science Ph.D Graduates, and professor of computer science and artificial intelligence at Michigan State University, and Gloria Page, a computer programming teacher at Michigan State University. He is also the brother of Carl Victor Page, Jr., a co-founder of eGroups, later sold to Yahoo! for approximately half a billion dollars.


Page attended a Montessori school in Lansing, Michigan and graduated from East Lansing High School. Page holds a Bachelor of Science degree in computer engineering from the University of Michigan with honors and a Masters degree from Stanford University. At University of Michigan, Page was a member of the solar car team and served as the president of the HKN.


Business

While a student in the Ph.D. program in computer science at Stanford University, Page met Sergey Brin. Together they launched the Google search engine in 1998. Google is based on patented PageRank technology, which relies on the structure of links between web sites to determine the ranking of an individual site. Page is still "on leave" from the Ph.D. program.

Page ran Google as co-president with Brin until 2001 when they hired Eric Schmidt to become Chairman and CEO of Google.

According to the 2006 edition of Forbes, Page had an estimated net worth of $16.6 Billion, making him the 26th richest person in the world, one place behind Brin.Page and Brin recently purchased a pre-owned Qantas Boeing 767 airliner for their business and personal needs.

In 2007, Page was cited by PC World as #1 on the list of the 50 most important people on the web, along with Brin and Schmidt.

Page is also an investor in Tesla Motors, which is developing the Tesla Roadster, a 250 mile range battery electric vehicle

http://en.wikipedia.org


Read More......

Eric Schmidt


Eric Emerson Schmidt (b. 1955 in Washington, D.C.) is Chairman and CEO of Google Inc and a member of the Board of Directors of Apple Inc.He also sits on the Princeton University Board of Trustees.He lives in Atherton, California with his wife Wendy.

Education

After graduating from Yorktown High School (Virginia), Schmidt attended Princeton University where he earned a bachelor of science in electrical engineering. He has also obtained a MS in 1979 and a PhD in 1982 in EECS from the University of California, Berkeley. He was joint author of lex, a lexical parser and an important tool for compiler construction and taught at Stanford University as a part time professor of business.


Previous and current work

Schmidt left Novell after the acquisition of Cambridge Technology Partners. Google founders Larry Page and Sergey Brin (with the assistance of executive search firm Heidrick & Struggles, Inc.) recruited Eric Schmidt to run their company in 2001 under the influence of venture capitalists John Doerr and Michael Moritz.

Schmidt joined Google's board of directors as chairman in March 2001 and became the company's CEO in August 2001. At Google, Schmidt shares responsibility for Google's daily operations with founders Page and Brin. As indicated by page 29 of Google's 2004 S-1 Filing,Schmidt, Page, and Brin run Google as a triumvirate. Schmidt possesses the legal responsibilities typically assigned to the CEO of a public company and focuses on management of the vice presidents and the sales organization.

According to Google's website, Schmidt also focuses on "building the corporate infrastructure needed to maintain Google's rapid growth as a company and on ensuring that quality remains high while product development cycle times are kept to a minimum.

Schmidt is one of the few people who have become billionaires (USD) based on stock options received as an employee in a corporation of which neither he nor a relative was the founder. "Earlier this year, he pulled in almost $90 million from sales of Google stock and made at least another $50 million selling shares in the past two months as the stock leaped to more than $300 a share.In its 2006 'World's Richest People' list, Forbes ranked Schmidt as the 129th richest person in the world (the ranking was shared by Onsi Sawiris, Alexei Kuzmichov, and Robert Rowling) with an estimated wealth of $6.2 billion.

Schmidt was elected to Apple's board of directors on August 28, 2006.

In 2007, Schmidt was cited by PC World as #1 on the list of the 50 Most Important People on the Web, along with Google co-Founders Larry Page and Sergey Brin.He is also on the list of ARTnews 200 top art collectors.

from www.wikipedia.org


Read More......

John C. Mather


John Cromwell Mather (b. August 7, 1946, Roanoke, Virginia) is an American astrophysicist, cosmologist and Nobel Prize in Physics laureate for his work on COBE with George Smoot. COBE was the first experiment to measure "... the black body form and anisotropy of the cosmic microwave background radiation."

This work helped cement the big-bang theory of the universe using the Cosmic Background Explorer Satellite (COBE). According to the Nobel Prize committee, "the COBE-project can also be regarded as the starting point for cosmology as a precision science.

Mather is a senior astrophysicist at the U.S. space agency's (NASA) Goddard Space Flight Center in Maryland and adjunct professor of physics at the University of Maryland, College Park. In 2007, Mather was listed among Time magazine's 100 Most Influential People in The World.

Education and initial research

* 1964 Newton High School, Newton, New Jersey
* 1968 B.Sc. (Physics), Swarthmore College
* 1974 Ph.D. (Physics), University of California, Berkeley
* 1974-76 (NRC Postdoctoral Fellow), Columbia University Goddard Institute for
Space Studies

Participation in COBE

As an NRC postdoctoral fellow at the Goddard Institute for Space Studies at Columbia University, he led the proposal efforts on COBE (1974-1976). The success of COBE was the outcome of prodigious team work involving more than 1,000 researchers, engineers and other participants. John Mather coordinated the entire process and also had primary responsibility for the experiment that revealed the blackbody form of the microwave background radiation measured by COBE. George Smoot had main responsibility for measuring the small variations in the temperature of the radiation.[1]

In the book The Very First Light Mather with co-author John Boslough chronicled his team's work for the general public.

Honours and awards

* 1964-68 Swarthmore College Open Scholarship (honorary)
* 1967 William Lowell Putnam Mathematical Competition, 30th place nationwide
* 1968-70 NSF Fellowship and honorary Woodrow Wilson Fellowship
* 1970-74 Fellow, Hertz Foundation
* 1974-76 Postdoctoral Fellow, NRC
* 1990 NASA GSFC John C. Lindsay Memorial Award
* 1991 Rotary National Space Achievement Award
* 1991 National Air and Space Museum Trophy
* 1992 Aviation Week and Space Technology Laurels for Space/Missiles
* 1993 Discover Magazine Technology Award finalist
* 1993 American Institute of Aeronautics and Astronautics Space Science Award
* 1993 American Astronomical Society and American Institute of Physics Dannie
Heineman Prize for Astrophysics
* 1994 Fellow, Goddard Space Flight Center
* 1994 Doctor of Science, honoris causa, Swarthmore College
* 1995 City of Philadelphia John Scott Award
* 1996 American Academy of Arts and Sciences Rumford Prize
* 1996 Fellow, American Physical Society
* 1997 Aviation Week and Space Technology Hall of Fame
* 1997 Member, National Academy of Sciences
* 1998 Marc Aaronson Memorial Prize
* 1998 Member, American Academy of Arts and Sciences
* 1999 Franklin Institute Benjamin Franklin Medal in Physics
* 2005 Society of Photo-Optical Instrumentation Engineers George W. Goddard Award
* 2006 Peter and Patricia Gruber Foundation Prize in Cosmology
* 2006 Nobel Prize in Physics
* 2007 Fellow, SPIE - The International Society for Optical Engineering

from www.wikipedia.org

Read More......

George Smoot


George Fitzgerald Smoot III (born February 20, 1945) is an American astrophysicist, cosmologist and Nobel Prize in Physics laureate for his work on COBE with John C. Mather that led to the measurement "...of the black body form and anisotropy of the cosmic microwave background radiation."

This work helped cement the big-bang theory of the universe using the Cosmic Background Explorer Satellite (COBE). According to the Nobel Prize committee, "the COBE-project can also be regarded as the starting point for cosmology as a precision science.

He is a professor of physics at the University of California, Berkeley. In 2003 he was awarded the Einstein Medal.


Education

Smoot was born in Yukon, Florida. He graduated from Upper Arlington High School in Upper Arlington, Ohio in 1962. He studied mathematics before switching to the Massachusetts Institute of Technology where he obtained dual bachelor's degrees in mathematics and physics in 1966, and a Ph.D. in particle physics in 1970.

Although Smoot attended MIT, he was not the same Smoot who was laid end to end to measure the Harvard Bridge between Cambridge and Boston;this was his cousin Oliver R. Smoot, an MIT alumnus who served as the chairman of the American National Standards Institute.

Initial research

George Smoot then switched to cosmology, and went to Lawrence Berkeley National Laboratory where he collaborated with Luis Walter Alvarez on the experiment HAPPE, a stratospheric balloon for the detection of antimatter in the upper atmosphere, which was predicted by the now obscure steady state theory of cosmology.

He then took up an interest in cosmic microwave background radiation (CMB), previously discovered by Arno Allan Penzias and Robert Woodrow Wilson in 1964. There were, at that time, several open questions about this, relating directly to fundamental questions about the structure of the universe. Certain models predicted the universe as a whole was rotating, which would have an effect on the CMB: its temperature depending on the direction of observation. With the help of Alvarez and Richard A. Muller, Smoot developed a differential radiometer which measured the difference in temperature of the CMB between two directions 60 degrees apart. The instrument, which was mounted on a Lockheed U-2 plane, made it possible to determine that the overall rotation of the universe was zero, which was within the limits of accuracy of the instrument. It did, however, detect a variation in the temperature of the CMB of a different sort. That the CMB appears to be at a higher temperature on one side of the sky than on the opposite side, referred to as a dipole pattern, has been explained as a Doppler effect of the Earth's motion relative to the area of CMB emission, which is called the last scattering surface. Such a doppler effect arises because the Sun, and in fact the Milky Way as a whole, is not stationary, but rather is moving at nearly 600 km/s with respect to the last scattering surface. This is probably due to the gravitational attraction between our galaxy and a concentration of mass like the Great Attractor.

COBE

At that time, the CMB appeared to be perfectly uniform excluding the distortion caused by the Doppler effect as mentioned above. This result contradicted observations of the universe, with various structures such as galaxies, galaxy clusters, that indicate that the universe was relatively heterogeneous on a small scale. However, these structures formed slowly. Thus, if the universe is heterogeneous today, it would be heterogeneous at the time of the emission of the CMB as well, observable today through weak variations in the temperature of the CMB. It was the detection of these anisotropies that Smoot was working on in the late 1970s. He then proposed to NASA a project involving a satellite equipped with a detector that was similar to the one mounted on the U-2, but was more sensitive and not influenced by air pollution. The proposal was accepted and gave rise to the satellite COBE, and cost US$160 million. COBE was launched on November 18, 1989, after a delay owing to the destruction of the Space Shuttle Challenger. After more than two years of observation and analysis, the COBE research team announced on 23 April 1992 that the satellite had detected tiny fluctuations in the CMB, a breakthrough in the study of the early universe.The observations were "evidence for the birth of the universe" and Smoot said that "it's like looking at God."

The success of COBE was the outcome of prodigious team work involving more than 1,000 researchers, engineers and other participants. John Mather coordinated the entire process and also had primary responsibility for the experiment that revealed the blackbody form of the CMB measured by COBE. George Smoot had main responsibility for measuring the small variations in the temperature of the radiation.
Smoot collaborated with San Francisco Chronicle journalist Keay Davidson to write the general-audience book Wrinkles in Time, that chronicled his team's efforts.In the book The Very First Light, John Mather and John Boslough complement and broaden the COBE story as presented in Smoot's Wrinkles in Time.In this book Mather reported that George Smoot violated team policy by leaking news of COBE's discoveries to the press before NASA's formal announcement, a leak that, to Mather, smacked of self-promotion and betrayal. This report proved to be erroneous and Mather and Smoot have since reconciled.

Recent projects

After COBE, Smoot took part in another experiment involving a stratospheric balloon, MAXIMA, which had improved angular resolution compared to COBE, and refined the measurements of the anisotropies of the CMB. Smoot has continued CMB observations and analysis and is currently a collaborator on the third generation CMB anisotropy satellite Planck. He is also a collaborator in the design of the Supernova/Acceleration Probe (SNAP), a satellite which is proposed to measure the properties of dark energy.[14] He has also assisted in analyzing data from the Spitzer Space Telescope in connection with measuring far infrared background radiation.

from www.wikipedia.org


Read More......

Johannes Gutenberg

Johannes Gensfleisch zur Laden zum Gutenberg (c. 1400 – February 3, 1468) was a German goldsmith and printer, who is credited with inventing movable type printing in Europe (c. 1439) and mechanical printing globally. His major work, the Gutenberg Bible, also known as the 42-line bible, has been acclaimed for its high aesthetic and technical quality.

Among the specific contributions to printing that are attributed to Gutenberg are the design of metal movable type, the invention of a process for making such type in quantity (mass production), the use of oil-based ink, and the use of a wooden printing press similar to the screw olive and wine presses of the period. His truly epochal invention was the combination of these elements into a practical system. Gutenberg may have been familiar with printing; it is claimed that he had worked on copper engravings with an artist known as the Master of the Playing Cards. Gutenberg's method for making type is traditionally considered to have included a type metal alloy and a hand mould for casting type. It should be noted that new research may indicate that standardised moveable type was a more complex evolutionary process spread over multiple locations.


The use of movable type was a marked improvement on the handwritten manuscript, which was the existing method of book production in Europe, and upon woodblock printing, and revolutionized European book-making. Gutenberg's printing technology spread rapidly throughout Europe and is considered a key factor in the European Renaissance. Gutenberg remains a towering figure in the popular image; in 1999, the A&E Network ranked Gutenberg #1 on their "People of the Millennium" countdown, and in 1997, Time–Life magazine picked Gutenberg's invention as the most important of the second millennium.

Printing press

Around 1439, Gutenberg was involved in a financial misadventure making polished metal mirrors (which were believed to capture holy light from religious relics) for sale to pilgrims to Aachen: in 1439 the city was planning to exhibit its collection of relics from Emperor Charlemagne but the event was delayed by one year and the capital already spent could not be repaid. When the question of satisfying the investors came up, Gutenberg is said to have promised to share a "secret". It has been widely speculated that this secret may have been the idea of printing with movable type. Legend has it that the idea came to him "like a ray of light"

At least up to 1444, he lived in Strasbourg, most likely in the St. Arbogast suburb. It was in Strasbourg in 1440 that Gutenberg perfected and unveiled the secret of printing based on his research, mysteriously entitled Kunst und Aventur (art and enterprise). It is not clear what work he was engaged in, or whether some early trials with printing from movable type may have been conducted there. After this, there is a gap of four years in the record. In 1448, he was back in Mainz, where he took out a loan from his brother-in-law Arnold Gelthus, presumably for a printing press.

By 1450, the press was most likely in operation, and a German poem had been printed, possibly the first item to be printed there. Gutenberg was able to convince the wealthy moneylender Johann Fust for a loan of 800 guilders. Peter Schoeffer, who became Fust's son-in-law, also joined the enterprise. Shoeffer had worked as a scribe in Paris and designed some of the first typefaces.

Gutenberg's workshop was set up at Hof Humbrecht, a property belonging to a distant relative. It is not clear when Gutenberg conceived the Bible project, but for this he borrowed another 800 guilders from Fust, and work commenced in 1452. At the same time, the press was also printing other, more lucrative texts (possibly Latin grammars). There is also some speculation that there may have been two presses, one for the pedestrian texts, and one for the Bible. One of the profitmaking enterprises of the new press was the printing of thousands of indulgences for the church, documented from 1454–55.

In 1455 Gutenberg published his 42-line Bible, commonly known as the Gutenberg Bible. About 180 were printed, most on paper and some on vellum.

Court case

Sometime in 1455, there was a dispute between Gutenberg and Fust, and Fust demanded his money back, accusing Gutenberg of embezzling funds. Meanwhile the expenses of the Bible project had proliferated, and Gutenberg's debt now exceeded 2,000 guilders. Fust sued at the archbishop's court. A November 1455 legal document records that there was a partnership for a "project of the books," the funds for which Gutenberg had used for other purposes, according to Fust. The court decided in favour of Fust, giving him control over the Bible printing workshop and half of all printed Bibles.

Thus Gutenberg was effectively bankrupt, but it appears he retained (or re-started) a small printing shop, and participated in the printing of a bible in the town of Bamberg around 1459, for which he at least supplied the type. But since his printed books never carry his name or a date, it is difficult to be certain, and there is consequently a considerable scholarly literature. It is also possible that the large Catholicon dictionary, 300 copies of 744 pages, printed in Mainz in 1460, may have been executed in his workshop.

Meanwhile, the Fust–Schoeffer shop were the first to bring out a book with the printer's name and date, the Mainz Psalter of August 1457, and while proudly proclaiming the mechanical process by which it had been produced, it made no mention of Gutenberg.

Later life

In 1462, during a conflict between two archbishops, Mainz was sacked by archbishop Adolph von Nassau, and Gutenberg was exiled. An old man by now, he moved to Eltville where he may have initiated and supervised a new printing press belonging to the brothers Bechtermünze.

In January 1465, Gutenberg's achievements were recognized and he was given the title Hofmann (gentleman of the court) by von Nassau. This honour included a stipend, an annual court outfit, as well as 2180 liters of grain and 2000 liters of wine tax-free. It is believed he may have moved back to Mainz around this time, but this is not certain.

Gutenberg died in 1468 and was buried in the Franciscan church at Mainz, his contributions largely unknown. This church and the cemetery were later destroyed, and Gutenberg's grave is lost.

In 1504, he was mentioned as the inventor of typography in a book by Professor Ivo Wittig. It was not until 1567 that the first portrait of Gutenberg, almost certainly an imaginary reconstruction, appeared in Heinrich Pantaleon's biography of famous Germans.

from www.wikipedia.org


Read More......