rss

News Publik

About Me

My Photo
mustafa
maros || makassar || jogja, Indonesia
Smart and Calm
View my complete profile

Maria Sharapova


Maria Yuryevna Sharapova adalah seorang pemain tenis asal Rusia. Ia pernah menduduki peringkat 1 WTA dan sekarang bermukim di Amerika Serikat, walaupun tetap menjadi warganegara Rusia.

Sharapova telah menjuarai 3 gelar Grand Slam, termasuk Australia Terbuka (2008) dan AS Terbuka pada tahun 2006 dengan mengalahkan Justine Henin. Pada tahun 2004, ia mengalahkan Serena Williams di final Wimbledon.


Kehidupan pribadi

Pada umur 7 tahun, Sharapova dibawa ke Amerika Serikat oleh ayahnya, Yuri Sharapov, untuk belajar tenis di Akademi Tenis Nick Bollettieri di Bradenton, Florida.

Karir

2004 dan 2005
Pada tahun 2004, Sharapova menjadi juara Wimbledon sebagai pemenang ketiga termuda dalam sejarah. Ia mengalahkan Ai Sugiyama (5-7, 7-5, 6-1) di perempat final, Lindsay Davenport (2-6, 7-6, 6-1) di semifinal, dan Serena Williams (6-1, 6-4) di final. Dia juga menjadi orang Rusia yang pertama memenangi turnamen tersebut. Di AS Terbuka beberapa bulan kemudian, ia kalah dari petenis Perancis dan 2 kali juara Grand Slam, Mary Pierce. Sharapova mengakhiri tahun 2004 dengan kemenangan pada turnamen penutup tahun, WTA Championships, mengalahkan Serena Williams (4-6, 6-2, 6-4).


Dari Juni 2004 sampai dengan semifinal turnamen Wimbledon tahun 2005, Sharapova memenangi 22 pertandingan tanpa henti di lapangan rumput, termasuk memenangi turnamen di Birmingham dan Wimbledon.

Sharapova mencapai semifinal Australia Terbuka pada tahun 2005. Ia dikalahkan oleh Serena Williams (4-6, 6-2, 6-4). Ia tidak bisa mempertahankan gelar Wimbledon-nya. Ia dikalahkan oleh Venus Williams (7-6, 6-1). Ia sempat menduduki peringkat pertama dalam peringkat tenis WTA, walaupun hanya 1 minggu. Sharapova juga kalah pada semifinal AS Terbuka 2005. Ia menyerah kepada Kim Clijsters.

Dengan begitu, pada turnamen Grand Slam 2005, ia selalu kalah pada pemenang turnamen tersebut: Australia Terbuka-semifinal-Serena Williams, Perancis Terbuka-perempat final-Justine Henin, Wimbledon-semifinal-Venus Williams, AS Terbuka-semifinal-Kim Clijsters.

2006

Di Australia Terbuka 2006, ia kalah dari Justine Henin 4-6, 6-1, 6-4.

Sharapova mendapatkan gelar pertama pada tahun 2006 dan gelar ke-11 pada karirnya pada turnamen Tier 1, Pacific Life Open di Indian Wells, California di mana ia menjadi unggulan ke-3. Sharapova dan unggulan ke-4, Elena Dementieva menjadi orang Rusia pertama yang mencapai final pada turnamen tersebut. Pada turnamen berikutnya, Nasdaq-100 Open (sekarang Sony Ericsson Open), ia dikalahkan Svetlana Kuznetsova di final dengan skor 6-4, 6-3.

Sharapova mengikuti turnamen Perancis Terbuka 2006 tanpa mengikuti turnamen-turnamen yang bermain di lapangan tanah liat sebelumnya. Ia terhenti di babak keempat dengan dikalahkan oleh Dinara Safina 7-5, 2-6, 7-5.

Sharapova menyambut musim lapangan rumput dengan mengikuti turnamen DFS Classic di Birmingham, tetapi ia kalah di semifinal dari Jamea Jackson. Untuk kedua kalinya, di Wimbledon 2006, ia dikalahkan Amelie Mauresmo di semifinal dengan skor 6-3, 3-6, 6-2.

Sharapova mendapatkan gelar kedua pada tahun 2006 di turnamen Tier 1, Acura Classic di San Diego sebagai unggulan kedua, mengalahkan unggulan pertama, Kim Clijsters, 7-5, 7-5. Ini merupakan kemenangan pertama Sharapova dari Clijsters pada 5 pertemuan mereka.

Sharapova mengikuti AS Terbuka 2006 sebagai unggulan ketiga. Ia mengalahkan petenis peringkat pertama, Amelie Mauresmo di semifinal dengan skor 6-0, 4-6, 6-0. Sharapova kemudian mengungguli Justine Henin di final 6-4, 6-4.

Sharapova juga memenangi turnamen Zurich Open, mengalahkan Daniela Hantuchova 6-1, 4-6, 6-3 di final. Sharapova lalu memenangi turnamen Tier 2, Generali Ladies Linz, mengalahkan petenis sesama Rusia dan pemenang sebelumnya, Nadia Petrova 7-5, 6-2.

Sampai ia kalah di turnamen akhir tahun, WTA Tour Championships, Sharapova telah memenangi 19 pertandingan tanpa henti. Ia mengakhiri tahun 2006 dengan rekor 59-9 dan memenangi turnamen Tier 1 lebih banyak daripada petenis lainnya.

Sharapova juga mengumumkan bahwa ia akan memperkuat tim Fed Cup Rusia untuk pertama kalinya pada tahun 2007.

2007

Sharapova memulai tahun 2007 dengan mencapai final pada turnamen ekshibisi dan pemanasan untuk Australia Terbuka 2007, Watson Water Champions Challenge, di mana ia dikalahkan oleh Kim Clijters, 6-3, 7-6(8).

Pada turnamen Australia Terbuka, unggulan pertama Maria Sharapova mengalahkan petenis peringkat ke-62, Camille Pin pada babak kedua dengan skor 6-3, 4-6, 9-7. Pertandingan tersebut dimainkan dalam temperatur udara yang sangat panas, 40 °C (104 °F). Di babak keempat, Sharapova mengalahkan rekan senegaranya, Vera Zvonareva, 7-5, 6-4. Di perempat final, Sharapova mengalahkan unggulan ke-12 Anna Chakvetadze dengan skor 7-6(5), 7-5. Ia kemudian mengalahkan unggulan keempat, Kim Clijsters, 6-4, 6-2 di semifinal untuk melaju ke final. Tetapi, Serena Williams, berperingkat ke-81 dunia, menang dengan mudah, 6-1, 6-2.

Sharapova kemudian mengikuti Toray Pan Pacific Open, turnamen Tier 1 di Tokyo, Jepang. Ia menjadi unggulan pertama. Pada semifinal, ia menyerah kepada Ana Ivanovic karena cedera, 6-1, 1-0.

Turnamen berikutnya adalah Pacific Life Open di Indian Wells, California, di mana ia adalah juara sebelumnya dan menjadi unggulan teratas. Bagaimanapun, ia kalah dari Vera Zvonareva di babak keempat dengan skor 4-6, 7-5, 6-1.

Di turnamen Sony Ericsson Open, di Key Biscayne, Florida, Sharapova kembali kalah dengan mudah dari Serena Williams, kali ini pada babak keempat dengan skor 6-1, 6-1. Di babak sebelumnya, ia mengalahkan Yung-Jan Chan dan Venus Williams.

Sharapova dijadwalkan akan bermain di turnamen Family Circle Cup di Charleston, Carolina Selatan, tetapi cedera bahu membuat ia tidak bisa mengikuti tur tenis-nya selama 5 atau 6 minggu, yang juga berarti dia tidak akan bermain di tim Fed Cup Rusia melawan Spanyol.

Pada tanggal 29 Maret 2007:

* Sharapova mempunyai rekor 3-5 pada semifinal Grand Slam.
* Sharapova mempunyai rekor 6-12 melawan pemain top dunia (2-5 melawan Justine Henin, 3-3 melawan Svetlana Kuznetsova, dan 1-4 melawan Amelie Mauresmo). Sharapova mempunyai rekor 2-4 melawan Serena Williams, dan 3-4 melawan Kim Clijsters, yang juga merupakan mantan petenis peringkat pertama dunia.

Penghargaan

2003

* Women's Tennis Association (WTA) Newcomer of the Year (Pendatang baru WTA tahun 2003)
* Hottest female athlete of the year (Maxim)

2004

* WTA Player of the Year (Petenis WTA tahun 2004)
* WTA Most Improved Player of the Year (Petenis WTA yang paling berkembang)
* WTA Player Service
* Hottest female athlete of the year (Maxim)

2005

* ESPY Best Female Tennis Player (Petenis wanita terbaik versi ESPY)
* Petenis Rusia terbaik menurut Federasi Tenis Rusia
* Master of Sports of Russia
* Hottest female athlete of the year (Maxim)
* Prix de Citron Roland Garros

2006

* Hottest female athlete of the year (Maxim)
* Petenis Rusia terbaik menurut Federasi Tenis Rusia

sumber : wikipedia

Read More......

Pein


* Umur : Tidak diketahui
* Asal : Amegakure
* Status keanggotaan : Pemimpin aktif
* Cincin : 零 ("Nol","Tidak ada")
* Posisi cincin : Jempol kanan
* Pasangan : Konan
* Pengenalan pertama : Bab 238; Naruto Episode 135
* Penampakan pertama : Bab 363
* Ciri khas : Rambut lancip, memiliki seperti piercing di hidung, rambut berwarna orange


Pein (ペイン, Pein?) adalah Ketua Akatsuki dan merupakan seorang ninja pelarian yang berasal dari Amegakure. Tak ada satupun anggota Akatsuki, selain Konan yang memanggilnya dengan namanya tetapi hanya menggunakan kata "pemimpin" saja, dan wajahnya sangatlah jarang diperlihatkan. Dia memiliki kehormatan paling besar diantara rekan-rekannya (pengecualian untuk Hidan yang termasuk anggota baru) dan dialah yang mengarahkan aksi-aksi mereka. Dia jugalah yang menciptakan jutsu untuk mengeluarkan monster berekor (Bijuu) dari Jinchuuriki. Dia juga bisa menggunakan "teknik pengubah bentuk" (象転の術, Shōten no Jutsu?) yang dapat menduplikasikan rekan-rekannya dengan menggunakan korban manusia, menjadikan mereka dapat melawan musuh tanpa melukai dirinya. Hasil duplikasi ini sangatlah mirip dengan aslinya, bahkan bisa memiliki kekkei genkai dan senjata khusus seperti yang asli. Kemampuannya seimbang dengan jumlah chakra yang diberikan kepada masing-masing hasil duplikasi ini. Ketika tiba saatnya berkumpul, Pein dapat memanggil rekan-rekannya bahkan dari tempat yang sangat jauh dengan menggunakan telepati.

Meskipun Pein kelihatannya memegang otoritas terhadap anggota Akatsuki, Ia sendiri mengatakan bahwa masih ada seseorang yang berada di atas dia. Setelah kematian Deidara, orang ini menugaskan Pein untuk menangkap Naruto secara langsung, dan tidak menerima kegagalan. Identitas orang ini kemudian diketahui, yang tidak lain adalah Tobi, yang juga adalah Madara Uchiha, yang merupakan dalang dari Akatsuki. Konan mengatakan bahwa Pein tidak pernah kalah dalam pertarungan oleh siapapun atau apapun.[1]

Walaupun Pein biasanya digambarkan tanpa nama, ia dilukiskan berambut pirang di sampul bab 317. Ia diperlihatkan duduk pada sebuah patung aneh yang dipenuhi banyak pipa, serta mengomentari Hidan dan Kakuzu yang selalu membuat masalah. Patung ini terletak pada sebuah kota yag lebih moderen dari biasanya. Kota ini memiliki pipa-pipa yang mirip seperti di patung tersebut yang terletak pada berbagai jenis gedung-gedung. Ia juga memiliki mata yang tidak lazim.

Pein digambarkan memiliki pengetahuan sejarah masa lalu berbagai macam desa, dan juga yang mendasari kondisi polotik dan ekonomi pada kebanyakan negara. Ketika Hidan menggambarkan tentang ninja Konoha sebagai ninja yang "jahat dan kafir", Pein memberikan gambaran singkat mengenai Will of Fire Konoha, dan kemudian diteruskan dengan penjelasan bahwa semua negara memiliki beberapa persamaan dalam praktek untuk membenarkan pertarungan.

Diketahui dari bawahan pein yang di tangkap jiraiya, ternyata pein adalah orang yang sangat hebat dan kuat. di berhasil membunuh salamander hanzou yang saat itu tak berhasil dikalahkan oleh tiga sannin konoha. Pein juga diketahui memiliki 6 tubuh yang tersimpan di ruangan tersembunyi. Baru diketahui bahwa pein adalah salah satu mantan anak didik Jiraiya bersama dengan konan yang dilatih saat dia dan kedua sannin yang lain menghadapi perang dengan Amagakure.

wikipedia.org

Read More......

Jonathan Abrams


by: Alexandra J Wall

Friendster’s founder Jonathan Abrams is miffed. The 33-year-old programmer insists he did not create the wildly popular site to meet women after a failed relationship, as a recent article in SF Weekly reported. The Toronto native called that claim “ridiculous,” saying there was no way it could be true since the insane hours he keeps allows him no time to date.

He has a point. Since its public launch in March, Friendster has taken off in a huge way; it now has about 2 million users, and it’s still in beta mode, meaning, in its trial phase. The most often heard complaint about it is that it’s slow; with so many new users signing on each day, it is hard to keep up with the technology to fulfill the demand. Fewer than 10 employees work out of two offices — one in Sunnyvale and one in Mountain View. The site only recently began using advertising, and remains free — for now.



Rumors abound that Friendster will start charging. Not so strange, since Abrams has said it will. The mill is working so furiously about the site, he says, that he keeps hearing rumors that simply aren’t true.

While the essential service will remain free, he says, contacting people outside your immediate network will cost a small monthly fee at some point, but he refrained from saying how much or when.

Abrams, of course, has a profile up on the site. He has 190 friends, despite his honest answer in the section “About me” that, awhile ago, stated, “I’m tired and grumpy.” To be fair, in person he is more high-strung than grumpy.

And in “Who I want to meet,” he wrote: “I’m not really crazy about people. Although a sugar mama would be cool.”

His interests: “Sleep.”

Abrams, who came to Silicon Valley in 1996, can wax eloquent about the success of Friendster and its many uses, but he’s been asked one too many times about his personal life, thank you.

“I’m not a celebrity. I’m just a humble computer guy.”

Maybe so, but he comes across as something else. He tells a joke, then tells me not to write it down. He commands the photographer to stop shooting while he’s talking. Later, he sneaks a peek at a photo just taken of him in the camera’s digital screen. “Don’t use that one, it makes me look fat.”

He’s not the least bit fat, though a tad short, with blue eyes, pale skin and gray-flecked hair. Dressed in a black button-down shirt and jeans, Abrams has a smart-ass sense of humor, offering up beer, wine — Manischewitz, specifically — before the photo shoot, none of which were actually on hand. While being photographed, he dead-pans, “Today is the one day I forgot to wear my Star of David.”

Despite his Reform Jewish upbringing (he went to a Reform day school and became a bar mitzvah), he says now, “I’m not a very good Jew.”

If Abrams didn’t create Friendster to improve his own personal life though, in so many words, he says he did it to help his friends. A lot of them found online dating “creepy.”

“With JDate, a guy is almost bound to be 20 pounds heavier or 20 years older than he is in his photo,” says Abrams. “We’re trying to make the process more accountable. People will put a more accurate picture of themselves on Friendster because you know your friends will see it.”

Abrams is clearly someone who believes in his product. When he was first launching the site, he says he went out on a few dates with women he met on JDate, Match.com and Yahoo personals to check out the competition. While he didn’t find the love of his life, he says the women he met through his friends were certainly better than the total anonymity of most dating sites.
“Try it,” he says. Noting that my profile says I’m single, he ends the interview by urging me to go out on three dates with guys from Friendster.

from http://www.somethingjewish.co.uk


Read More......